KabarNTB, Sumbawa – Peresmian Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, Sumbawa oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, ditunda.
Semula peresmian bendungan di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa itu dijadwalkan pada hari ini, Selasa (20/12). Belum ada informasi alasan penundaan. Begitu juga waktu perubahannya.
Sebelumnya peresmian bendungan senilai Rp 1,7 triliun telah siap. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan, Presiden Jokowi hari ini melaksanakan kunjungan ke Provinsi Jawa Timur untuk peresmian bendungan Semantok di Nganjuk.
Mengingat kesibukan Presiden Jokowi, peresmian Bendungan Beringin Sila di Sumbawa akan dijadwalkan ulang. “Belum tahu kapan jadwalnya, tapi kami berharap kedatangan Presiden tepat pada hari ulang tahun Kabupaten Sumbawa pada 22 Januari 2022 mendatang, tetapi kami serahkan ke jadwal Istana Negara,” kata Suharmaji seperti dilansir dari Kompas.com.
Selain peresmian bendungan Bringin Sila, Presiden Jokowi sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke Pasar Utan, Kecamatan Utan untuk menemui pedagang dan menyerahkan BLT.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, 9 bendungan yang akan selesai pembangunannya pada tahun ini adalah Bendungan Ciawi, Bendungan Sukamahi, Bedungan Margatiga, dan Bendungan Sadawarna. Kemudian, Bendungan Lolak, Bendungan Semantok, Bendungan Tamblang, Bendungan Beringin sila, serta Bendungan Kuwil Kawangkoan.
Bendungan Beringin Sila merupakan salah satu dari 6 bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di NTB. Di samping Bendungan Beringin Sila, lima bendungan lainnya yakni Bendungan Tanju, Bendungan Mila, Bendungan Meninting, Bendungan Bintang Bano, dan Bendungan Tiu Suntuk.
Pembangunan Bendungan Beringin Sila bertujuan untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan irigasi dan air baku khususnya di wilayah Kecamatan Utan dan Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa.
“Pembangunan Bendungan Beringin Sila dilakukan sejak Januari 2019 dengan biaya sebesar Rp1.721 miliar,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Mataram, Hendra Ahyadi.
Pembangunan dilakukan dalam dua paket dimana Paket I dilaksanakan oleh PT Abipraya – Mina (KSO), sedangkan Paket II oleh PT Nindya – Lestari (KSO) dan supervisi dilaksanakan oleh PT Indra Karya – Bina – Tuah (KSO).
Konstruksi Bendungan Beringin Sila didesain dengan tinggi 70,5 m, panjang 787,58 m, dan lebar puncak 12 m. Dengan total kapasitas tampungan 27,46 juta m3 dan luas genangan 126 Ha. Bendungan ini nantinya akan mampu mengairi lahan seluas 3.500 Ha dan menghasilkan air baku sebesar 76 liter/detik untuk mendukung pertanian di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, kehadiran bendungan ini juga memberikan manfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 1,4 MW, reduksi banjir sebesar 90,37 m3/detik, serta potensi sebagai tempat pariwisata, perikanan tangkap, dan tempat konservasi. (IR)




