KabarNTB, Sumbawa – Bank Indonesia Perwakilan NTB mengungkap sejumlah upaya dalam menangani inflasi di daerah.
Hal itu dikatakan oleh Perwakilan BI NTB pada High Level Meeting dengan Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa, Kamis (26/01).
Menurut Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji, penanganan inflasi tidak hanya oleh pemerintah pusat, tapi daerah juga berperan aktif.
“Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan daerah untuk mengangani inflasi dibawah 5 persen,” sebutnya.
Upaya itu kata Heru yakni menyiapkan anggaran untuk pengendalian inflasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pelaksanaan operasi pasar dan menyiapkan kios-kios dipasar utama untuk menjaga stabilitas harga.
“Terpenting, Pemda juga harus menyiapkan offtaker untuk menampung hasil panen komoditi,” papar Heru seraya mengatakan offtaker tersebut dapat berbentuk badan usaha milik daerah (BUMD).
Soal pasokan pangan, Heru mengatakan hal itu juga menjadi penyebab terjadinya inflasi. Karenanya untuk menjaga ketersediaan stok pangan, pemerintah daerah juga wajib melakukan koordinasi dengan Bulog dalam kerjasama menjaga pasokan pangan yang menjadi kebutuhan.
“Pemda juga harus menyiapkan KAD (Kerjasama Antar Daerah) dengan daerah surplus untuk menjaga ketersediaan pasokan disaat kekurangan,” tandasnya.
Dan yang terpenting sambung Heru, pemerintah juga harus memberi edukasi dan himbauan kepada warga untuk berbelanja secara bijak terutama di hari raya, dan tidak panic buying. (IR)





