KabarNTB, Sumbawa – Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Sumbawa tidak lama lagi memiliki markas. Selama ini, TAGANA Sumbawa bermarkas secara nomaden atau berpindah-pindah.
Terakhir markas Tagana berada di salah satu ruangan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Tagana menempati ruang sempit dan itupun masih digunakan secara bersama dengan Seksi Kebencanaan, sehingga sangat tidak representatif.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq SH. Ketua DPC PDIP Sumbawa tersebut langsung merespon usulan Ketua Tagana Sumbawa, Dedi Susanto untuk pembangunan markas yang berlokasi di lahan kosong samping gudang logistic Disos Sumbawa.
Rafik membantu pembangunan markas tersebut lewat anggaran pokok pikiran (Pokir) sebagai legislator.
“Alhamdulillah, kita akan memiliki markas baru,” kata Dedi Susanto, Ketua Tagana Sumbawa yang juga Koordinator FK Tagana Provinsi NTB, di sela-sela gotong royong dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Sumbawa ke—64 sekaligus pembersihan lokasi pembangunan markas di Kantor Disos Sumbawa, Senin 16 Januari 2023.
Memiliki markas yang representatif ungkap Dedi, menjadi harapan jajarannya untuk memudahkan koordinasi, komunikasi dan mobilisasi anggota maupun logistic saat bencana terjadi. Karenanya Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Ketua DPRD yang setiap tahun selalu mensupport keberadaan maupun kegiatan Tagana Sumbawa.
Tahun 2022 lalu, Ketua DPRD melalui Pokirnya mengalokasikan bantuan dana untuk operasional Tagana Sumbawa.
“Perhatian beliau sangat luar biasa. Beliau bukan orang lain di Tagana, karena beliau adalah pembina kehormatan Tagana Sumbawa,” ujar Dedi.
Setelah terbangunnya markas, lanjut Dedi, pihaknya akan mengupayakan agar fasilitas pendukung lainnya dapat dilengkapi. Di antaranya peralatan komunikasi dan administrasi. Seperti pengadaan HT (Hand Talky) dan perangkat komputer.
Sebab selama ini pihaknya masih meminjam komputer yang digunakan secara bersama dengan staf Kantor Disos. Sehingga banyak file atau data anggota Tagana Sumbawa yang hilang, atau tidak tersimpan dan tercecer.
“Setiap kali ada permintaan data anggota oleh propinsi, kami selalu meminta anggota kembali mengumpulkannya. Padahal data ini sebenarnya sudah mereka lengkapi dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Dedi.
Sementara Abdul Rafiq menyatakan komitmen untuk mendukung program-program TAGANA, terutama dalam menangani bencana. Ia menilai kiprah Tagana Sumbawa selama ini sangat luar biasa, selalu menjadi garda terdepan dalam menangani setiap bencana meski apresiasi pemerintah terhadap keberadaannya masih sangat minim.
Karena itu ia menilai sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian serius apa yang menjadi kebutuhan TAGANA sehingga penanganan pra, saat dan pasca bencana khususnya di Kabupaten Sumbawa, dapat lebih maksimal.
“Kita tidak bisa menutup mata, karena tugas TAGANA ini menyangkut keselamatan jiwa manusia. Kewajiban kita semua terutama pemerintah daerah membantu Tagana. Karena Tagana Sumbawa adalah aset daerah,” pungkasnya.(JK)







