Warning! Berjualan di Eks Pasar Utan Akan Diproses Hukum

KabarNTB, Sumbawa – Para pedagang di eks pasar Utan kembali melanggar kesepakatan dengan Pemda Sumbawa melalui Satpol PP yang sudah dilakukan puluhan kali. Para pedagang tersebut, kembali berjualan di eks pasar lama Utan.

Kasat Pol PP, Abdul Haris, Kamis (26/01), menegaskan, permasalahan pedagang di eks-pasar lama Utan telah berlangsung sejak Agustus 2022.

Oleh karena itu jalan terakhir yang akan digunakan adalah dengan menerapkan ketentuan dalam Perda 15 tahun 2018 tentang Ketertiban Umum, yakni pendekatan penegakkan hukum.

Tindakan tegas itu akan dilakukan, kata Kasat Pol PP,  apabila ditemukan lagi pedagang yang masih berdagang di eks pasar Utan.

“Peringatan terakhir ini kami sampaikan agar pedagang tahu bahwa kita serius dan tidak main-main dengan ancaman ini,” tegasnya.

Haris memastikan, mulai pekan depan, penertiban dan penindakan sesuai aturan akan dilakukan terhadap pedagang yang masih ngeyel dan tetap berjualan di eks-pasar Utan.

Sikap.tegas Sat Pol PP, memang cukup beralasan. Menurut Haria, semua cara telah ditempuh agar para pedagang agar tidak lagi berdagang di pasar lama. Tapi kenyataan mereka masih juga berjualan di eks pasar lama tersebut.

“Penertiban dilakukan dengan berbagai upaya persuasive, baik penyampaian peraturan perundang-undangan sampai dengan membuat berita acara kesepakatan dengan para pedagang atau dengan para pelaku yang masih ngeyel di eks-pasar itu, semua sudah kami lakukan,” jelasnya.

Karena itu Haris menyatakan tindakan tegas harus dilakukan agar pedagang yang tetap bandel jera dan taat aturan.

“Kalau tidak ditindak tegas, maka persoalan pasar Utan ini tidak akan selesai-selesai,” ucapnya.

Soal mekanisme penindakan, Abdul Haris mengatakan jika ada pedagang yang berdagang di lokasi itu akan langsung diangkut bersama barang dagangan sebagai barang bukti.  Selanjutnya yang bersangkutan akan dimintai keterangan dan dibawa ke pengadilan.

“Kami pastikan tidak ada toleransi lagi kepada pedagang yang membandel. Sudah lebih 50 kali kami peringatkan sejak tahun 2022 dan mereka rata-rata semua sudah membuat pernyataan untuk tidak akan berjualan lagi disitu,” ulangnya.

Karena itu, Haris menghimbau, para pedagang agar mentaati apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan tidak boleh membandel sebelum menyesal.(JK)

Komentar