KabarNTB, Sumbawa – Penyakit LSD atau Lumpy Skin Disease memang belum ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Meski tidak menyebabkan kematian, namun berjangkitnya penyakit itu bisa merugikan peternak secara ekonomi.
Karenanya sebagai daerah gudang ternak, Kabupaten Sumbawa perlu waspada. Demikian dikatakan Bupati Sumbawa, H Mahmud Abdullah.
Penyakit LSD menyerang kulit dan daging pada ternak besar ruminansia jenis sapi dan kerbau. Belum ditemukan LSD berjangkit pada ternak domba dan kambing. “Memang di Sumbawa masih aman dari LSD, tapi kita harus tetap waspada, tetap tenang dan tidak panik,” pinta bupati.
Dia menambahkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengambil langkah strategis, diantaranya dengan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, serta terus melakukan pemantauan dilapangan.
“Petugas medik dan paramedik veteriner di Puskeswan terus memonitor kejadian dilapangan dengan menerapkan 3E yaitu Early Detection (deteksi dini), Early Respon (respon cepat) dan Early reporting (pelaporan cepat) sehingga memudahkan penanganannya,” tandas Mahmud.
Koordinasi dengan instansi terkait sambung bupati juga harus dilakukan dalam hal peningkatan pengawasan dan pengendalian lalu lintas hewan didalam dan antar daerah. (IR)







