Habib Ja’far: Kemenangan Umat Islam saat Lebaran

Puasa Ramadan sudah memasuki hari ke-30 dan dalam hitungan jam umat Islam akan menjumpai Lebaran. Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri sering dimaknai sebagai Hari Kemenangan.
Habib Ja’far dalam detikKultum detikcom, Jumat (21/4/2023), mengatakan, kemenangan umat Islam pada hari Lebaran mencakup beberapa hal. Pertama, kemenangan atas dosa-dosa yang dimintakan ampun sepanjang bulan Ramadan.

“Di bulan Ramadan sepenuhnya kita memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang kita telah lakukan. Sehingga siapa yang melewati Ramadan demi ibadah yang maksimal dan mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan maka saat Idul Fitri dia hamba-Nya yang menang, menang atas dosa yang telah dia lakukan,” terang Habib Ja’far.

Kemenangan yang kedua, kata Habib Ja’far, adalah kemenangan atau pemaafan dari kesalahan yang telah dilakukan kepada orang lain. Hal ini diwujudkan dengan saling memaafkan khususnya di Hari Raya Idul Fitri.

Habib Ja’far menjelaskan, saling memaafkan diperlukan karena ampunan dari Allah SWT tidak cukup untuk menghapus kesalahan kita kepada sesama manusia.

“Ampunan dari Allah tidak cukup untuk menghapus dosa-dosa sosial kita kepada orang lain. Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa kita kepada orang lain sebelum orang yang kita jadikan objek dosa kita telah kita meminta maaf kepada dia,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, kemenangan umat Islam saat memasuki Lebaran juga bermakna menang melawan hawa nafsu. Selama bulan Ramadan, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, mulai dari nafsu perut hingga amarah.

Hal itu turut dijelaskan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Orang kuat bukanlah orang yang sering menang berkelahi, akan tetapi orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya ketika marah.” (HR Muslim dari Abu Hurairah RA)

Komentar