Bupati Lantik Dokter Haerul sebagai Sekretaris Daerah KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Teka teki mengenai siapa yang akan terpilih sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Barat akhirnya terjawab.

Rabu sore, 14 Mei 2025, Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah melantik drh Haerul Djibril, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dokter Haerul menyingkirkan dua orang pesaing terberatnya yang masuk tiga besar dari hasil seleksi yang dilaksanakan Pansel. Mereka adalah Suhadi – Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Asisten II) Setda KSB dan H Amir Syarifuddin, Inspektur Inspektorat Daerah.

Sebagai birokrat Dokter Haerul sendiri memiliki pengalaman cukup lengkap. Ia mengawali  karier sebagai staff di Dinas Pertanian. Kinerja yang baik membawanya mendapat promosi sebagai Kepala Bidang Peternakan sebelum naik grade menjadi Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan KSB. Dua tahun menjabat ia kemudian ditarik kembali ke Dinas Pertanian, namun bukan sebagai Sekdis tetapi mendapat promosi ke eselon II menjadi Kepala Dinas. Keunggulannya dalam kinerja membawanya dipercaya menjadi Kepala Bappeda KSB sejak tahun 2019.

Bupati KSB, H Amar Nurmansyah dalam sambutannya di kegiatan pelantikan, mengatakan terpilihnya Dokter Haerul merupakan hasil terbaik dari proses seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) sebagaimana yang diamanatkan peraturan perundang undangan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada 4 pejabat lainnya yang telah mengikuti proses seleksi, yakni Amir Syarifuddin, Suhadi, Khusnarti (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan) dan Abdul Hamid (Kadis Perhubungan).

“Memang dinamika Pansesl ya memang harus satu yang dipilih. Maka jangan ini dijadikan sebagai penghalang pengabdian. Jadi terus kita memberikan pengabdian terbaik, karena InsyaAllah pengabdian itu yang menjadikan kita manusia terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Dokter Haerul, merupakan  Sekda (definitif) ke-6 sepanjang sejarah KSB. Bupati menyebut Sekda adalah  yang paling bertanggungjawab terhadap pelayanan kepada masyarakat. Di setiap masa, tantangan sebagai Sekda sangat berbeda. Sementara di satu sisi ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan dan pengelolaan pemerintahan semakin hari semakin tinggi.

“Karena itu sebagai top manager birokrasi, Sekda juga harus bisa menjadi inspirasi bagi birokrasi. Inspirasi agar bagaimana pelayanan ini bukan sekedar rutinitas. Ini harus bisa dikembangkan dengan menciptakan ekosistem birokrasi yang adaftif, bisa menyesuaikan diri dengna ekspektasi dan pelayanan kepada masyarakat. Jadi keberhasilan sebagai top manager tergantung pada bagaimana birokrasi satu arah menuju KSB luarbiasa,” urainya.

Yang tidak kalah penting, sambung Bupati, Sekda harus bisa menjadi problem solver dalam memecahkan persoalan yang muncul.

“Sekda harus bisa menjadi semua kita bertanya, semua kita minta pertimbangan. Bukan hanya bagi para kepala OPD, tapi termasuk Bupati. Karena itu cara pandang Sekda terhadap suatu masalah harus konferehensiv. Sehingga  begitu sampai ke Bupati, pertimbangan-pertimbangannya itu sudah tuntas dari segala aspek, sosial, ekonomi, sisi kualitatif maupun kuantitatifnya. Sehingga memudahkan semua perangkat daerah menyelesaikan persoalan. Mungkin ini terasa berat, tetapi saya yakin dalam perjalananannya nanti akan ada keselarasan sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” bebernya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses