Sumbawa Besar, KabarNTB
Kabar duka datang dari jemaah haji Kabupaten Sumbawa yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8. Salah seorang jemaahnya, H Mahdar asal Desa Lamenta Kecamatan Empang meninggal dunia pada Minggu (22/06).
H Mahdar wafat 40 menit sebelum pesawat yang membawa dari Madinah mendarat di Bandara Zainuddin Abdul Madjid (BIZaM) Lombok.
Dari data sementara, sudah tiga jemaah haji Kabupaten Sumbawa yang sahid dalam menunaikan ibadah haji. Selain H Mahdar, sebelumnya ada Hj Siti Nurmah Muhammad Nurdin asal Desa Ai Boro Kecamatan Plampang yang wafat pada 29 Mei 2025 dan Hj Siti Aisyah asal Kecamatan Alas pada 11 Juni 2025.
Bupati Sumbawa, H Syarafuddin Jarot yang menerima kedatangan gelombang pertama jemaah haji asal Kabupaten Sumbawa, Minggu (22/06) mengatakan, wafat di tanah suci atau dalam perjalanan ibadah adalah pertanda husnul khatimah. “Semoga ketiga almarhum dan almarhumah ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Kita semua yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan,” ujar Bupati, seraya memimpin pembacaan Al-Fatihah.
Sebelumnya, bupati mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan jamaah dalam keadaan sehat setelah menempuh perjalanan spiritual yang berat namun penuh berkah. Ia menyampaikan bahwa kehadiran kembali para jamaah merupakan energi spiritual baru bagi masyarakat Sumbawa.
“Selamat datang kembali di Tana Samawa tercinta. Semoga semua ibadah yang dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa berkah bagi keluarga dan lingkungan. Kami bangga dan bersyukur, karena para jamaah telah menjalani ibadah dengan kesungguhan dan penuh pengorbanan,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa dalam laporannya yang disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha, H Syamsul Munir, SHI menyampaikan jamaah haji asal Kabupaten Sumbawa yang tergabung dalam Kloter 8 semula berjumlah 231 orang, namun dua orang gagal berangkat karena pertimbangan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Dengan demikian, jamaah yang berangkat dan tiba kembali di tanah air berjumlah 226 orang, terdiri dari 110 laki-laki dan 116 perempuan.
“Alhamdulillah, selama pelaksanaan ibadah haji, seluruh jamaah menjalani rangkaian ibadah dengan sempurna. Meskipun ada yang sempat dirawat di Madinah karena kondisi medis, namun semuanya dapat kembali dan pulang bersama rombongan,” ujar H Syamsul Munir. (JK)




