Dinas Pertanian KSB Gelar Sosialisasi PHMS di Kecamatan Poto Tano

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)  melalui bidang Keswan dan Kesmavet menggelar kegiatan sosialisasi Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan mencegah potensi wabah di wilayah Sumbawa Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan di dusun Ai Olat, Desa Senayan Kecamatan Poto Tano, Selasa 28 Oktober 2025 itu dihadiri oleh para peternak, penyuluh, serta petugas kesehatan hewan dari berbagai desa.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang berbagai penyakit hewan yang berisiko menular dan berdampak ekonomi, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), Antraks, dan Septicaemia Epizootica (SE).

Kegiatan sosialisasi PHMS yang dilaksanakan Bidan Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian KSB

Sebanyak 30 orang peserta yang terdiri dari petani/peternak, kader siaga keswan Kecamatan Poto Tano, petugas Puskeswannak Kecamatan Poto Tano antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat Jamilatun, S. Pt., MM. Inov melalui kepala bidang Keswan dan Kesmavet, drh. Hikmatul Azmy, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit hewan.

“PHMS bukan hanya berdampak pada hewan, tapi juga pada perekonomian masyarakat, karena sektor peternakan merupakan salah satu penopang utama kehidupan warga. Melalui sosialisasi ini, kami ingin para peternak memahami pentingnya deteksi dini, vaksinasi, dan kebersihan kandang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim medis veteriner menjelaskan berbagai gejala klinis, cara penularan, hingga langkah pencegahan penyakit hewan yang umum terjadi di wilayah tropis. Peternak juga diberikan edukasi mengenai biosekuriti, yaitu sistem pengamanan lingkungan ternak agar tidak mudah terpapar penyakit menular.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para peternak aktif bertanya tentang cara mengenali tanda-tanda awal penyakit, penggunaan vaksin, hingga prosedur pelaporan jika ditemukan kasus pada hewan peliharaan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para peternak dapat menjadi mitra aktif pemerintah. Jika ada hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan, segera lapor ke petugas. Langkah cepat akan mencegah penyebaran penyakit lebih luas,” tegas drh. Isnia salah satu pemateri dalam kegiatan sosialisasi.

Sosialisasi PHMS ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga keamanan pangan asal ternak dan melindungi ekonomi masyarakat berbasis peternakan.

“Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan peternak, diharapkan KSB tetap bebas dari wabah penyakit hewan yang berpotensi menular ke wilayah lain,” timpal drh Isniah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses