Jereweh Daerah Penghasil Telur di KSB, Puskeswannak Intensifkan Monitoring

KabarNTB, Sumbawa Barat – Tim dari Pusat Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswannak) Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melaksanakan monitoring rutin terhadap aktifitas dan kesehatan ternak ayam di seluruh kecamatan setempat.

Pada Kamis 23 oktober 2025, Tim Puskeswannak Jereweh turun melaksanakan monitoring dan kandang ayam petelur milik kelompok usaha bersama (KUB) di Desa Goa.

“Monitoring rutin disertai dengan pelayanan dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) rutin yang kami laksanakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan usaha peternakan masyarakat sehingga bisa menopang perekonomian masyarakat, khsususnya para anggota kelompok,” ujar salah satu petugas di lokasi monitoring.

Slah seorang petugas dari Puskeswannak Jereweh saat melaksanakan monitoring rutin di Kandang ayam petelur milik KUB di Desa Goa (foto : ist)

Di Kecamatan Jereweh sendiri, terdapat beberapa kandang ayam petelur dan KUB yang menjadi bagian dari usaha peternakan yang menjadi penopang pemenuhan kebutuhan telur ayam masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat.

Program monitoring dan pelayanan rutin yang dilaksanakan Tim Puskeswannak setempat menjadi salah satu upaya dalam menjaga keberlangsungan usaha sehingga Jereweh tetap menjadi daerah penghasil telur ayam dengan kualitas baik.

“Tim  langsung turun ke lokasi untuk melakulan monitoring dan memberikan desinfektan untuk desinfeksi kandang agar lingkungan kandang tetap terbebas dari penyakit. Kandang yang sehat dan bebas penyakit menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha peternakan ayam petelur,” imbuhnya.

Kegiatan monitoring dan pelayanan rutin tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi Program KSB Maju Tani Ternak oleh Tim Puskeswannak Jereweh.

Lewat Program Kartu KSB Maju Tani Ternak,  peternak ayam akan mendapatkan bantuan subsidi bibit unggas dan pakan ternak unggas sebesar 10 persen.

Bantuan subsidi bibit unggas dan pakan yang di akomodir dalam Pogram Kartu KSB Maju Ternak, merupakan upaya pemerintah daerah untuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui penyediaan komoditas berkualitas dari peternak lokal KSB. Ini juga  upaya untuk mengurangi suplai kebutuhan pokok masyarakat yang selama ini mayoritas masih didatangkan dari luar daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses