KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menghimbau masyarakat pemilik hewan peliharaan syang masuk kategori HPR, seperti anjing, kucing dan kera untuk proaktif mengikuti kegiatan vaksinasi anti rabies.
Pemerintah daerah melalui dinas pertanian telah menyiapkan vaksin rabies dan vaksinasi dilaksanakan melalui program vaksinasi serentak atau para pemilik HPR mendatangi Puskeswan terdekat. Pelayanan vaksinasi rabies diberikan secara gratis.
Vaksin didistribusikan ke delapan kecamatan dan desa-desa yang memiliki populasi hewan peliharaan tinggi. Fokusnya pada hewan yang berisiko membawa rabies seperti anjing, kucing, dan kera,” kata Kepala Dinas Pertanian KSB, melalui Veteriner Medik Ahli Muda, Bidang Keswan Kesmavet, drh Isnia Nurul Azmi, Senin 20 Oktober 2025.

Menurutnya, total vaksin yang disiapkan tahun ini mencapai 3.200 dosis. Sebanyak 1.200 dosis berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KSB, 1.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 1.000 dosis bantuan pari pemerintah pusat.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan tindakan cepat apabila digigit hewan, terutama hewan liar atau peliharaan yang belum divaksin. Langkah pertama, kata dia, adalah mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit. Setelah itu, korban harus segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan suntikan antiserum rabies.
“Penanganan awal yang tepat sangat penting agar virus tidak berkembang dalam tubuh. Kami juga mengimbau masyarakat agar mengikuti prosedur penanganan di puskesmas dan tidak menunda pemeriksaan,” imbuhnya, sembari menambahkan, kegiatan vaksinasi diharapkan dapat menekan angka kasus gigitan hewan dan mencegah potensi penyebaran rabies di wilayah Sumbawa Barat.
Drh Isnia Nurul Azmi, mengakui, tahun ini terjadi penurunan minat warga untuk melakukan vaksinasi thread hewan peliharaannya. Itu dipicu karena warga umumnya merasa kasus gigitan HPR di sekitar lingkungannya tidak terjadi atau tidak booming seperti tahun 2022 lalu.
“Biasanya kalau heboh ada kasus gigitan, maka yang punya anjing, kucing atau HPR lainnya baru ramai-ramai mau vaksin peliharannya. Sekarang permintaan vaksin yang banyak datang dari wilayah Jereweh dan Seteluk karena kasus gigitan HPR mengalami peningkatan di dua wilayah tersebut,” ungkapnya.
Hingga oktober ini, capaian program vaksinasi HPR yang dilaksanakan dinas pertanian sudah mencapai 2.200 dosis . Capaian itu sudah melebihi dari setengah dari target vaksinasi di tahun 2025 ini.
“Tahun ini kita dapat 3.200 dosis. Pengadaan APBD 1.200 dosis, dari pusat dan provinsi kita dapat masing-masing 1.000 dosis, Karena itu kami himbau pemilik HPR untuk proaktif untuk memvaksinasi hewan peliharaannya,” demikian drh Isnia.(*)




