Cegah Rabies, Puskeswannak Jereweh Gelar Vaksinasi HPR dan KIE untuk Pelajar

KabarNTB, Sumbawa Barat –  Tim petugas kesehatan hewan dari Pusat Kesehatan Hewan dan Peternakan (Puskeswannak) Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan milik warga, khususnya hewan peliharaan yang masuk kategori Hewan Pembawa Rabies (HPR – anjing, kucing dan kera), Selasa 04 November 2025.

Kegiatan vaksinasi tersebut disambut antusias oleh warga pemilik hewan peliharaan. Vaksinasi sendiri merupakan langkah penting memberantas penyakit rabies. Disatu sisi KSB sendiri saat ini masih berstatus sebagai Daerah Tertular Rabies, pasca booming kasus gigitan anjing diduga rabies pada tahun 2022 lalu.

Selain memberikan pelayanan vaksinasi, petugas dari Puskeswannak Jereweh juga memberikan edukasi kepada masyarakat pemilik hewan peliharaan tentang penyakit rabies yang sangat berbahaya jika tertular ke manusia dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segea ditangani. Karena itu jika da orang yang tergigit HPR mesti segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diberikan penanganan medis.

Salah satu petugas dari Puskeswannak Jereweh sedang melaksanakan vaksinasi terhadap hewan peliharaan milik salah satu warga (foto: ist)

Tim juga menghimbau masyarakat pemilik hewan peliharaan untuk rutin memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya dan diberikan vaksin. Vaksinasi merupakan salah satu cara efektif untuk penangangan dan pemberantasan rabies.

Selain kegiatan vaksinasi, Puskeswannak Kecamatan Jereweh juga melaksanakan kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dalam bentuk sosialiasi tentang rabies yang dilaksanakan di SD Negeri Goa. Puluhan siswa dan guru-guru di sekolah terkait sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi.

Dalam pemaparannya dihadapan para pelajar, Koordinator Puskeswannak Jereweh, Kusmiran, yang bertindak sebagai narasumber, menjelaskan bahwa edukasi ini penting dilakukan sejak dini agar anak-anak mengenal risiko rabies dan mengetahui langkah-langkah pencegahannya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat, terutama anak-anak, tentang bahaya rabies, cara penularan, serta bagaimana mencegah penyakit tersebut,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan penjelasan tentang cara mengenali hewan yang terinfeksi rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta tindakan yang harus dilakukan bila terjadi gigitan hewan. Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Kusmiran menambahkan, kegiatan sosialisasi di sekolah merupakan bagian dari program rutin Puskeswannak Jereweh untuk menekan risiko penularan rabies di wilayah Kecamatan Jereweh.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat — khususnya anak-anak — semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan hewan dan memahami bahaya rabies,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses