Bupati Jarot Dorong Pelestarian Motif Kre Alang sebagai Identitas Budaya Daerah ‎

Sumbawa Besar,  KabarNTB

Bupati Sumbawa, H.Syarafuddin Jarot, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras  menyelesaikan riset motif Kre Alang Sumbawa.  Hal ini disampaikan bupati pada serah terima Penyerahan Hasil Riset dan Pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Motif Kre Alang Sumbawa di Ruang Rapat H Usman Usman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga agar budaya tenun Sumbawa tetap hidup dan terus berkembang.

‎Sebagai upaya nyata melestarikan warisan budaya Tana Samawa  itu, bupati mengajak seluruh ASN menggunakan kain Kre Alang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah serta menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan para penenun lokal.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pelestarian budaya. Ia berharap motif Kre Alang tidak hanya didaftarkan dalam KIK, tetapi juga diperkenalkan melalui muatan lokal di sekolah-sekolah agar generasi muda mengenal budaya Sumbawa sejak dini. Menurutnya, tenun Sumbawa bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya yang mengandung filosofi hidup dan harus terus dipromosikan hingga dikenal lebih luas, termasuk dalam dunia fesyen modern.

Riset mengenai corak kain tenun Kre Alang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unsa bekerjasama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Samawa Muhammad Yamin menyampaikan bahwa riset terhadap motif Kre Alang dilakukan secara mendalam hingga memerlukan waktu tiga bulan dan berhasil mendokumentasikan sebanyak 55 motif yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

‎Sedangkan Manager Community Development (Comdev) PT. AMMAN Mineral Nusa Tenggara Dimas Purnama menyampaikan pelestarian motif tenun Sumbawa merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi para penenun lokal.

Menurutnya, setiap motif tenun Sumbawa memiliki filosofi kehidupan yang kuat sehingga perlu dijaga melalui riset akademik dan kolaborasi lintas pihak. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses