Sumbawa Besar, KabarNTB
Pembinaan usia dini sepak bola Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah dua talenta muda andalan Sekolah Sepak Bola (SSB) Sumbawa Muda diinyatakan lolos seleksi ketat Diklat Cirebon United yang berlangsung di GOR Manuru Kupa, Kabupaten Dompu, pada 19–20 September 2026.
Kedua pemain yang sukses mencuri perhatian pemandu bakat tersebut adalah M. Rifqi Sabhani dan Lanang Dani Indrawan. Rifqi merupakan jenderal lapangan tengah (gelandang) yang saat ini menempuh pendidikan di SMPN 2 Sumbawa Besar, sekaligus putra sulung dari Syamsul Bahri. Sementara itu Lanang Dani Indrawan adalah bek tangguh asal SMPN Labuhan Badas, putra dari Yudha Irawan. Keduanya merupakan siswa kelas IX yang aktif membela panji SSB Sumbawa Muda.
Keberhasilan luar biasa ini disambut rasa syukur mendalam oleh jajaran kepelatihan. Kepala Pelatih SSB Sumbawa Muda, Yudi Nurwahyudi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras kedua anak didiknya. “Alhamdulillah, mereka berdua dinyatakan lolos seleksi,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach Yudi tersebut kepada media, Rabu (23/9/2026).
Coach Yudi berharap pencapaian ini tidak membuat Rifqi dan Lanang cepat puas. Sebaliknya, momen ini harus menjadi batu loncatan untuk terus mengasah kemampuan demi menembus panggung sepak bola nasional. “Ini baru langkah awal. Kami berharap mereka bisa terus berkembang, menjaga disiplin, dan kelak mampu mengharumkan nama Sumbawa di level yang lebih tinggi,” tambahnya.
Buka Peluang Beasiswa 100 Persen
Seleksi yang diikuti oleh kedua pemain tersebut merupakan bagian dari program Talent Hunt 2026 yang diinisiasi oleh Diklat Cirebon United di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengambil lokasi di Kabupaten Dompu, ajang pencarian bakat ini menjaring pesepak bola muda potensial kelahiran tahun 2010 hingga 2014.
Selain mendapatkan hak pembinaan intensif, para pemain yang terpilih dalam program ini juga berkesempatan memperoleh beasiswa pelatihan penuh hingga 100 persen. Lolosnya Rifqi dan Lanang menjadi bukti sahih bahwa talenta muda dari daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, asalkan ditopang oleh sistem pembinaan yang konsisten dan mentalitas kerja keras.
Perjalanan panjang di Diklat Cirebon United kini telah menanti, di mana ketahanan fisik, taktik, dan kedisiplinan mereka akan diuji ke tingkat berikutnya. Prestasi ini sekaligus mengirimkan pesan motivasi bagi seluruh pesepak bola muda di Bumi Gora: jangan pernah takut bermimpi besar. Dengan kerja keras dan pemanfaatan peluang yang tepat, jalan menuju pentas nasional terbuka lebar dari lapangan daerah. (IR)
