KabarNTB, Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Kemah Literasi tingkat provinsi NTB tahun 2027. Saat ini Dinas Arsip dan Perpustakaan sudah mulai mempersiapkan pelaksanaan event yang dicanangkan sebagai salah satu program unggulan bidang literasi itu.
“Kemah Literasi dirancang untuk mempertemukan komunitas literasi sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi para peserta,” ungkap Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) KSB, H. Burhan Daeng Mangango, Rabu 30 September 2026.
“Rencananya kita laksanakan selama tiga hari. Pesertanya ditargetkan sekitar 200 orang dan berasal dari komunitas-komunitas literasi yang ada di KSB,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Juni atau Juli 2027. Saat ini, persiapannya masih dalam tahap penyusunan konsep dan pembahasan berbagai kebutuhan yang diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan program.

Burhan menjelaskan, Kemah Literasi tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan membaca atau berkumpulnya komunitas. Peserta nantinya juga akan mendapatkan pembinaan yang dirancang untuk membangun kedisiplinan, mental serta sikap panting menyerah.
“Setelah mindset-nya kita ubah, kemudian kita latih juga mentalnya. Kita rencanakan bekerja sama dengan Kodim, terutama untuk melatih kedisiplinan dan mental pantang menyerah peserta,” jelasnya.
Pembinaan tersebut selanjutnya akan dilengkapi dengan materi literasi terapan. Peserta akan dikenalkan dengan berbagai pengetahuan yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bidang pertanian, perikanan dan peternakan.
“Setelah pembinaan mental itu, baru kita lengkapi dengan literasi terapan. Misalnya perikanan, pertanian dan peternakan, sehingga literasi yang diberikan tidak hanya berhenti pada membaca,” ujarnya.
Konsep tersebut merupakan bagian dari Program Pelopor Literasi yang menyasar kalangan muda. Melalui program itu, kegiatan literasi diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih luas, termasuk pembentukan karakter dan pengenalan keterampilan yang bersifat praktis.
Kemah Literasi nantinya akan menghimpun komunitas-komunitas literasi yang ada di KSB. Dengan target 200 peserta, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk saling bertemu, bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring antarkomunitas literasi di daerah.
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga direncanakan mendapatkan sertifikat. Sementara mekanisme pendaftaran dan kemungkinan seleksi peserta masih akan disiapkan, terutama jika jumlah pendaftar nantinya melebihi kuota yang telah ditargetkan.
Dari sisi pembiayaan, Dinas Arpus KSB mengajukan anggaran sebesar Rp500 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan selama tiga hari dengan target 200 peserta. Namun, Burhan menegaskan angka tersebut masih sebatas pengajuan dan belum menjadi anggaran final.
“Untuk kebutuhan kegiatan ini kita mengajukan sekitar Rp500 juta. Tapi itu masih dalam tahap pengajuan, jadi kalau kemampuan anggarannya tidak sampai di angka tersebut, tentu akan kita sesuaikan dengan kemampuan yang tersedia,” katanya.(*)


