Pemda KSB Petakan Potensi Kerawanan Dalam Proses Pilkades Serentak

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah memetakan potensi kerawanan sebagai langkah antisipasi dini menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 21 desa.

Upaya antisipasi tersebut dilaksanakan dengan pemetaan potensi konflik di desa – desa yang akan menggelar Pilkades serentak agar stabilitas wilayah terjaga dan mencegah munculnya polarisasi di masyarakat saat tahapan Pilkades berlangsung.

“Kami telah memetakan sejumlah desa yang berpotensi mengalami kerawanan sosial maupun konflik politik dalam pelaksanaan Pilkades. Pemetaan merupakan upaya deteksi dini untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumbawa Barat, Saifullah, Selasa 8 September 2026.

Ilustrasi Pilkades

“Meski kondusifitas daerah saat ini relatif stabil dan zero konflik sosial, tetapi potensi gesekan antar pendukung calon kepala desa tetap harus diantisipasi sejak awal.,” imbuhnya.

Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa dinamika politik di tingkat desa memiliki karakteristik tersendiri sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah. Karena itu, Kesbangpol melakukan pemantauan terhadap riwayat keamanan desa serta perkembangan situasi politik lokal sebagai bahan analisis dalam menentukan langkah mitigasi.

Saifullah capaian zero konflik sosial harus dijaga. Ia berharap seluruh pihak dapat berperan aktif menjaga suasana yang kondusif menjelang Pilkades.

Selain melakukan pemetaan kerawanan, Kesbangpol juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Sinergi kedua instansi tersebut difokuskan pada penyelarasan agenda sosialisasi regulasi Pilkades agar seluruh bakal calon memahami aturan dan mekanisme yang berlaku.

Seperti diketahui, Pilkades serentak di Sumbawa Barat akan dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang di 21 desa di 8 kecamatan. Pemerintah daerah sendiri telah merubah sistem pilkades dari pencoblosan langsung secara manual menjadi e-voting. Dengan demikian KSB akan menjadi daerah pertama di NTB yang menggelar Pilkades dengan e-voting.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses