Perkuat Pengelolaan Perpustakaan dan Literasi, Arpus KSB Libatkan OPD dan Pihak Ketiga

KabarNTB, Sumbawa Barat — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Sumbawa Barat tidak hanya menjalankan pembinaan pengelola perpustakaan dan kegiatan literasi, tetapi juga mengajak OPD, pegiat literasi, sekolah hingga pengelola perpustakaan desa untuk ikut mengambil bagian dalam memperkuat literasi masyarakat.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbawa Barat, Hermanto S.Pd MM, mengatakan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sepanjang 2026. Program tersebut dijalankan melalui dukungan anggaran daerah maupun kerja sama dengan pihak lain.

“Sudah beberapa program kita laksanakan pada tahun ini, ada yang menggunakan anggaran dan ada yang tidak menggunakan anggaran. Programnya beragam, mulai dari pengelolaan perpustakaan dan keterampilan lainnya,” ujar Hermanto, Jum’at 18 September 2026.

Sekretaris Dinas Arpus Sumbawa Barat, Hermanto S.Pd MM

Beberapa kegiatan yang telah berjalan di antaranya bimbingan teknis bagi pengelola perpustakaan, perlombaan bertutur, serta kegiatan penguatan literasi dan numerasi melalui kelas-kelas kecil.

“Kegiatan tersebut menyasar penguatan kemampuan pengelola sekaligus memperluas aktivitas literasi di tengah masyarakat,” imbuh Hermanto.

Tidak hanya menyasar kelompok yang selama ini berkaitan langsung dengan perpustakaan, Dinas Arpus juga mendorong keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Kunjungan ke perpustakaan daerah dijadwalkan secara rutin setiap Jumat, sehingga pegawai OPD memiliki kesempatan untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Di sisi lain, Dinas Arpus membuka ruang kolaborasi dengan pihak eksternal untuk menambah variasi kegiatan. Salah satunya bersama Kepala Perpustakaan Amman Academy, melalui pelatihan teknik bercerita yang akan digelar pada 10 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut diberi nama “Nyalakan Imajinasi”, berupa kelas intensif teknik bercerita yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita secara menarik.

“Kelas intensif teknik bercerita yang memikat, dimana program ini akan melibatkan pegiat literasi,” jelas Hermanto.

Untuk tahap awal, peserta pelatihan akan berasal dari internal Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pegiat literasi, serta pengelola perpustakaan sekolah dan desa. Keterampilan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sesuai dengan lingkungan dan sasaran kegiatan masing-masing.

Hermanto menjelaskan, teknik bercerita dapat membantu membuat kegiatan literasi lebih interaktif. Keterampilan tersebut dapat digunakan petugas ketika menerima kunjungan pelajar, pegiat saat membuka lapak baca di Car Free Day, maupun guru dalam mendampingi siswa mengikuti lomba bertutur.

Jika mendapat antusiasme yang baik, pelatihan tersebut akan diarahkan untuk dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dinas Arpus Sumbawa Barat juga membuka peluang memperluas sasaran kegiatan ke sekolah dan kelompok literasi yang belum terjangkau, sehingga keterlibatan dalam gerakan literasi tidak berhenti pada satu kelompok saja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses