KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berkomitmen mendekatkan akses literasi hingga ke satuan pendidikan dasar.
Pendekatan akses literasi ini di wujudkan dalam program kunjungan edukatif perpustakaan keliling yang rutin dilaksanakan ke sekolah dasar – sekolah dasar yang ada di wilayah KSB dan mengcover seluruh kecamatan.
Di setiap sekolah yang dikunjungi, kedatangan mobil perpustakaan keliling disambut dengan antusias dan keceriaan oleh para siswa serta para guru. Para siswa tampak bersemangat menyerbu rak-rak buku, memilih berbagai bacaan menarik mulai dari cerita anak bergambar, ensiklopedia ringan, hingga buku pengetahuan umum.
Kepala Dinas Arpus KSB, H Burhan Daeng Mangago mengatakan, layanan jemput bola ini rutin dilaksanakan untuk merangsang minat baca sejak dini, memperluas wawasan anak-anak di luar jam pelajaran kelas, serta membudayakan kecintaan terhadap buku di lingkungan sekolah dasar.

“Untuk diketahui saat ini minat baca masyarakat di KSB masih berada di angka 63 persen. Angka ini masuk kategori kurang, yang baik itu minimal di 80 persen. Kami terus berupaya mendongkar dengan berbagai program, termasuk layanan kunjungan edukatif Perpustakaan Keliling ke sekolah-sekolah,” ungkap Haji Burhan, Jum’at 09 Oktober 2026.
Kegiatan kunjungan edukatif rutin Perpustakaan Keliling ke sekolah-sekolah, sambungnya, diharapkan menjadi motivasi belajar para siswa sehingga minat baca semakin meningkat dan literasi membaca dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang menyenangkan dalam keseharian siswa.
Terkait literasi, menurutnya, saat ini KSB dan Indonesia pada umumnya dhadapkan pada tantangan luar biasa. Terutama terkait dengan perkembangan tekhnologi digital yang telah masuk hampir ke seluruh sendi kehidupan masyarakat.
“Anak-anak di rumah kalau nangis itu dikasi HP. Kalau generasi tahun 80-an, pasti ingat majalah Bobo yang kita tunggu penerbitan edisi barunya setiap minggu karena ingin membaca. Nah kalau kita sekarang tergantung ke digitalisasi, di negara maju malah terbalik. Mereka membiasakan anak dengan buku bacaan cetak. Karena ternyata HP ini banyak sekali pengaruh buruknya bagi anak,” urai Haji Burhan.
Karena itu, keluarga memiliki peran sangat penting untuk menumbuhkan kegemaran membaca pada anak.
“Mari kita tumbuhkan budaya literasi mulai dari lingkungan keluarga. Dekatkan anak-anak dengan buku, termasuk di lingkungan bermain mereka,” pungkas Haji Burhan.(*)




