KabarNTB, Sumbawa Barat – Dialog Kebudayaan dengan tema ‘Dialog Kesejarahan Budaya Sumbawa Barat’ menjadi rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa Barat, Selasa 26 Juli 2022.
Tampil sebagai nara sumber dari kalangan budayawan Aries Zulkarnain dan Wahyu Sunan Kalimati, Ketua Komisi I DPRD KSB Amiruddin Embeng dan Anton Susilo seorang sinematografi sejarah.

Dialog kebudayaan yang dihadiri para praktisi budaya, unsur tokoh masyarakat, pers dan komponen lainnya itu menghasilkan empat rekomendasi yang diharapkan menjadi arah kebijakan pemerintah ke depannya dalam menjaga kebudayaan daerah.
Rekomendasi yang dihasilkan, pertama mendorong hadirnya dukungan swasta dalam pengembangan budaya Sumbawa Barat melalui dana program pemberdayaannya (CSR). Kedua, mengedepankan prinsip gotong royong dalam pemajuan kebudayaan melalui program/kegiatan semua organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketiga, mendorong pemerintah desa untuk berkomitmen dalam anggaran untuk pemajuan budaya di wilayah masing-masig. Dan rekomendasi terakhir mendorong hadirnya komitmen politik pada semua tingkatan untuk mengusung visi misi terkait pemajuan kebudayaan daerah.
Selama dialog berlangsung, para narasumber bergantian memberikan tanggapan terhadap para hadirin. Salah satu fokus yang menjadi pertanyaan mengenai, keseriusan Pemda dalam upaya melestarikan seluruh unsur kebudayaan setempat. Termasuk langkah nyata yang sudah dilaksanakan sekarang ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) KSB, Amar Nurmansyah yang membuka kegiatan, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ini ide yang bagus sekali dari Dinas Dikbud sebagai sarana silaturahmi para pegiat budaya kita. Dan ini harus terus diselenggarakan sebagai saluran transfer pengetahuan terkait budaya dari generasi tua ke generasi muda,” ucapnya.
Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada para nara sumber dan peserta dialog. Terutama bagi budayawan kalangan tua karena masih memiliki konsistensi menjadi gawang menjaga nilai-nilai kebudayaan luhur Samawa.
“Harapan kami, kita bisa terus begini (konsisten) karena ke depan gerusan terhadap budaya akan semakin kencang,” tandasnya.(EZ)







