KabarNTB, Sumbawa Barat – Dua orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) batal berangkat menuju tanah suci pada dua hari menjelang pemberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) KSB, HL Suhaili Fatonah, dalam laporannya di kegiatan pelepasan JCH KSB oleh Bupati, Selasa malam 13 Mei 2025 di Masjid Agung Darussalam, Kompleks KTC, Taliwang, mengungkap, seharusnya jumlah JCH KSB di musim haji tahun ini sebanyak 127 orang.
“Namun dua hari yang lalu ada permohonan pengunduran diri atau penundaan peberangkatan dua orang jamaah karena alasan sakit. Kedua JCH tersebut adalah Abdul Munir bersama istrinya yang berasal dari Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang,” ungkapnya.
Dengan pengunduran diri tersebut, jumlah JCH KSB yang berangkat sebanyak 125 orang, termasuk petugas haji. Jumlah tersebut terdiri dari 58 orang jamaah laki-laki dan 67 orang perempuan.
Sementara yang masuk kategori resiko tinggi sebanyak 20 persen dari total jamaah, termasuk diantaranya 3 orang menggunakan kursi roda.
“Adapun yang Lansia prioritas sebanyak 2 orang berusia 82 tahun. Sedangkan jamaah termuda berusia 33 tahun,” imbuhnya.
Kegiatan Pelepasan JCH KSB dihadiri ribuan keluarga dan masyarakat yang memenuhi area Masjid Agung Darussalam.
Bupati KSB H Amar Nurmansyah yang hadir bersama Wakil Bupati Hj Hanipah Musyafirin berpesan agar para jamaah untuk fokus melaksanakan rangkaian ibadah dan tidak memikirkan hal-hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah.
Pihak keluarga juga diminta Bupatu untuk tidak merepotkan jamaah dengan hal-hal yang bisa merusak konsetrasi dalam ibadah.
“Kepada para jamaah saya titip tiga hal, yang pertama tetap saling menjaga, saling mengingatkan tentang kebersamaan, saling mengingatkan tentang kesempurnaan ibadah dengan saling berkomunikasi dan ketiga saling membantu. Jangan berfikir kesempurnaan ibadah sendiri saja, tapi saling bantu sama-sama mengejar kesempurnaan haji dan menjadi haji yang mabrur.,” harapnya.
Bupati juga mengingatkan kepada para Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) untuk bekerja sungguh – sungguh mendampingi para jamaah. Mengingat para JCH KSB tergabung dalam kloter campuran. Sehingga TPHD harus akrif berkomuniakasi dengan sesama petugas termasuk petugas kesehatan agar bisa segera mendapatkan solusi atas masalah yang dihadapi para jamaah.
“Kepada para jamaah kami titip doa untuk KSB agar menjadi kabupaten yang maju luar biasa,” pungkasnya.(*)







