TGB Dihina, Fahri Hamzah : Polisi Bisa Langsung Bertindak

KabarNTB, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyatakan Polisi bisa langsung bertindak sebelum publik bereaksi berlebihan, terkait kasus penghinaan terhadap Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang -TGB) oleh, Steven Hardisurya Sulistyo (SHS) di Bandara Changi, Singapura tanggal 9 April 2017 lalu.

“Penghinaan etnis kepada seseorang memang dapat dijerat dengan pasal penghinaan sesuai KUHP pasal 315. Tetapi, setelah diundangkannya UU No 40 tahun 2008 tentang Penhapusan diskriminasi Ras dan etnis maka penghinaan etnis bukan delik aduan,” ujar Fahri Hamzah, dalam pernyataan resmi yang diterima KabarNTB malam tadi.

Fahri Hamzah

Menurut Fahri, meskipun Gubernur NTB telah memaafkan pelaku dan pelaku telah meminta maaf, tetapi karena UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis maka tindakan itu tidak bisa dihentikan. Karena tindakan tersebut diatur dialam UU 40 tahun 2008 maka itu bukan delik aduan.

Selain itu, Fahri juga berpendapat bahwa tindakan oknum penumpang yang menghina Gubernur NTB dengan kata-kata yang sangat tidak pantas itu tidak saja menyinggung individu gubernur tetapi semua warga negara yang merasa memiliki identitas yang sama.

“Maka, polisi tidak boleh nunggu sebab penghinaan dan diskriminasi ini dirasakan oleh banyak orang. Jadi, ia bukan delik aduan. Polisi bisa langsung bertindak agar publik mengetahui adanya penegakan hukum terhadap pelaku,” demikian Fahri.

Seperti diberitakan, kasus penghinaan oleh SHS terhadap Gubernur NTB, telah menimbulkan kemarahan dan melukai hati masyarakarat NTB. Hal ini sangat beralasan mengingat selain menjabat sebagai Gubernur, TGB juga merupakan ulama yang sangat disegani dan menjabat sebagai Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Nahdlatul Wathan (NW), Ormas Islam terbesar di NTB.

Ummat Islam yang tergabung dalam Aliansi Ummat Islam (AUI) NTB, dalam pernyataan sikap yang dibacakan di Masjid Raya Hubbul Wathan, Islamic Centre di Mataram, Jum’at 14 April 2017, juga mendesak Kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus penghinaan.

“Apabila tidak ada tindakan tegas terhadap Steven dalam satu pekan ke depan, AUI NTB akan menggelar aksi dengan massa besar di NTB,” ujar Deddy AZ, Ketua AUI NTB yang membacakan pernyataan sikap organisasi tersebut.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.