Karyawan Ancam Mogok, Manajemen AMNT Klaim Tetap Taat Laksanakan PKB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Manaemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) mengklaim tetap patuh dan taat dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam PKB (Perjanjian Kerja Bersama) 2017-2018.

Penegasan itu, menanggapi rencana aksi mogok massal karyawan di tambang Batu Hijau pada 12 Februari – 14 Mei 2018 mendatang yang dikoordinir oleh aliansi serikat pekerja perusahaan dimaksud.

Dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi Minggu malam 28 Januari 2018, manajemen mengakui terdapat beberapa hal yang memang pelaksanaannya masih dalam proses kajian yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan saat ini, semisal pembagian baju karyawan, pemberian bonus kinerja dan pemberian training kepada karyawan dan pengurus serikat pekerja.

Papan nama PTAMNT di Tambang Batu Hijau

Terkait rencana aksi mogok kerja, menajemen menyatakan, PTAMNT telah menerima surat dari Aliansi Serikat Pekerja terkait Pemberitahuan Mogok Kerja Bersama. Hal ini diakui, berpotensi mengganggu kegiatan operasional AMNT. Untuk itu perusahaan melakukan langkah-langkah proaktif dan mengharapkan agar hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak tidak terjadi.

“Dalam berbagai hal AMNT telah berusaha terus mengakomodasi kepentingan rekan-rekan karyawan, dan telah menyampaikan upaya-upaya komunikasi juga melalui pertemuan langsung maupun melalui surat tertulis ke Aliansi Serikat Pekerja,” tulis pernyataan resmi itu.

Dalam menjalankan operasinya, Manajemen PTAMNT, dikatakan selalu berpegang pada  peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI dan peraturan perundangan dibidang Ketenagakerjaan.

Dijelaskan juga bahwa pengalihan dan pengaturan fungsi dan peran di antara berbagai perusahaan dalam Grup Amman Mineral dilakukan dalam rangka sinergi demi menjamin kelangsungan jangka panjang operasional Batu Hijau dan pekerja serta  para pemangku kepentingan lainnya.

Seperti diberitakan, aliansi serikat pekerja (PUK SP KEP SPSI, PUK SPAT Samawa dan PSP SPN) tambang Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat, telah mengirimkan surat pemberitahuan akai mogok kerja bersama tanggal 25 januari 2018 lalu kepada pihak manajement AMNT, dinas tenaga kerja KSB dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Menteri Tenaga kerja.

Dalam surat Nomor 010/Aliansi_Serikat/I/2018 itu disebutkan bahwa mogok kerja akan dilaksanakan mulai pukul 00.00 Wita pada Senin tanggal 12 Februari 2018 sampai dengan hari senin tanggal 14 mei 2018.

Aliansi serikat pekerja menganggap management PTAMNT telah melakukan pelanggaran terhada aturan ketenagakerjaan, adanya dugaan intimidasi kepada karyawan untuk mengakhiri hubungan kerjanya dengan motif kesepakatan sukarela dan penerapan outsourching yang merugikan pekerja.

Pihak aliansi serikat pekerja telah menempuh upaya – upaya penyelesaian persoalan hubungan industrial itu, nanun pihak management tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Seperti surat hasil bipartit (pertemuan dua pihak) pertama, surat bipartit kedua dan surat bupati KSB tanggal 18 januari 2018 Nomor 560/088/Nakertrans KSB/I/2018 tentang pertemuan bersama aliansi serikat pekerja tambang Batu Hijau.

Tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi mogok kerja itu antara lain penerapan PKB 2017 – 2018 sebagaimana yang disepakati bersama, penghapusan sistem outsourching, penerapan keputusan Mahkamah Konstitusi dan peraturan perundang-undangan lainnya tentang ketenagakerjaan, pemberlakuan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang larangan untuk tidak mengalihkan operasional perusahaan kepada perusahaan lain dan penerapan PKB mengenai salary benefit lainnya (diluar gaji).(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.