Kunjungi 150 Titik, Doktor Zul Disambut Hangat di Empat Kabupaten / Kota

KabarNTB, Bima – Bakal Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Zulkieflimansyah mendapat sambutan hangat dan riang gembira dari masyarakat di Pulau Sumbawa.

Dalam safari silaturahmi di empat kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, tokoh yang berpasangan dengan Hj Siti Rohmi Djalillah (Siti Rohmi) itu, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Mereka menyampaikan keinginan agar pendiri Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) itu sukses menjadi pemimpin NTB periode lima tahun kedepan.

Doktor Zul memulai safari silaturahmi dari Kota Bima, berlanjut ke Kabupaten Bima, Dompu dan saat ini masih berada di Kabupaten Sumbawa. Disetiap kabupaten kota yang didatangi, Doktor Zul mengunjungi beberapa titik untuk bertatap muka langsung dengan warga. Ia juga tidak sungkan-sungkan mendatangi, berbaur, berdiskusi atau sekedar berbincang ringan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang ditemuinya.

Doktor Zul bersama masyarakat di Kabupaten Dompu

Selain membangun silaturahmi, agenda ini juga dimaksudkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Di Kabupaten Bima dan Kota Bima total 94 titik yang telah dikunjungi dan di Kabupaten Dompu 32 titik.

“Sekarang berlanjut di Kabupaten Sumbawa, sementara ini sudah 24 titik yang telah kami kunjungi dan akan terus berlanjut ke wilayah lain. Insya Allah, usai dari Sumbawa agenda kunjungan ini akan berlanjut ke KSB,” ungkap Dr Zul kepada media ini, Selasa 30 Januari 2018.

Dari hasil silahturahmi yang dilaksanakan, ungkapnya, ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Karena dalam kunjungan itu masyarakat di Bima, Dompu dan Sumbawa menyambutnya dengan hangat dan penuh kegembiraan.

Silaturahmi di Bima

Khusus di Bima dan Dompu, pria yang dikenal sederhana itu mengaku bahagia sekaligus terpesona dengan keramahan serta keterbukaan masyarakat setempat dalam menyambut kedatangannya.

“Suasana penuh kebersamaan itu membuat saya berkesimpulan bahwa masyarakat kedua daerah tersebut sangat mengedepankan kebersamaan dan image sebagai daerah konflik tidaklah benar adanya,” sebut Doktor Zul.

Kultur masyarakat Dompu dan Bima yang antusias, terbuka dan rasa kebersamaan yang kuat, diharapkannya tetap terjaga baik. Begitupun dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat. Ketiga hal tersebut menurut Doktor Zul, merupakan kunci kemajuan dan salah satu solusi menekan konflik.

“Kultur masyarakat kita disana (Bima dan Dompu) sangat terbuka. Ini yang harus tetap dijaga. Kultural, Sosial, dan Ekonominya harus dipastikan bisa berjalan dengan baik. Jika ketiganya berjalan dengan baik, Insya Allah konflik dapat ditekan,” tuturnya.

Silaturahmi di kabupaten Sumbawa

“Yang lebih penting, semoga silaturrahim ini berkah. Khusus untuk masyarakat Bima dan Dompu, terima kasih banyak atas persaudaraan dengan kebersamaannya yang begitu hangat,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa silaturrahmi yang dilaksanakan di Dompu dan Bima tersebut bukan semata-mata untuk mencari simpati warga agar memilih dirinya saat Pilkada. Namun lebih fokus mengarah pada proses pendekatan membangun silaturrahmi dan mendengar aspirasi masyarakat.

“Jadi agenda ini, saya maksudkan bisa bertatap muka dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Sehingga apa yang menjadi harapan ataupun persoalan yang mereka alami selama ini bisa kita ketahui secara langsung. Karena seringkali banyak saudara/i kita yang tidak bisa mengungkapkan aspirasinya melalui jalur-jalur konvensional,” jelasnya.

Sementara di Sumbawa, ia menyatakan sejauh ini berjalan baik. Antusiasme, kebersamaan dsn keterbukaan masyarakat diakuinya juga terasa di bumi Sabalong Samalewa.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas sambutan hangatnya,” demikian Doktor Zul.(By)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.