KabarNTB, Kota Bima – Kain tenun tradisional karya masyarakat Desa Ntobo Kota Bima, mencuri perhatian calon wakil gubernur NTB, H Mori Hanafi.
Dalam kunjungan ke desa dimaksud pada Kamis 8 Maret 2018, Mori menyempatkan diri membeli kain tenun dengan kualitas nomor satu itu. Bagi Mori, para pengrajin kain tenun Ntobo adalah asset daerah yang mesti mendapat perhatian.
Selain dalam bentuk pengembangan usaha untuk peningkatan ekonomi masyarakat pelaku usaha, juga untuk melestarikan kain tradisional warisan leluhur masyarakat Dana Mbojo itu agar tetap terjaga sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Meski mata pencaharian utama adalah bertani, namun hampir semua kaum perempuan di Ntobo memiliki keahlian menenun. Keahlian itu mereka pelajari sejak kecil dan menjadi keahlian turun temurun bagi perempuan setempat.
Setiap lembar kain tenun Ntobo adalah ‘master piece’ dengan kualitas sangat baik karena proses pembuatannya yang sangat teliti dan membutuhkan waktu cukup lama.
Untuk satu lembar kain tenun bisa menghabiskan waktu hingga satu minggu. Itupun jika dikerjakan secara terus menerus. Artinya ketika sedang tidak musim bercocok tanam, dimana kaum perempuan Ntobo mesti turun ke sawah atau ladang.
Tidak heran pula jika per lembar kain tenun ini dijual dengan harga Rp 300 ribu. Tetapi jika sudah keluar dari dari Ntobo, harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
“Kain tenun Ntobo adalah warisan budaya dan identitas masyarakat yang harus terus dilestarikan,” ujar Mori, usai menerima pengalungan kain tenun Ntobo oleh tokoh masyarakat setempat.
Kedatangan calon wakil gubernur yang berpsangan dengan TGH Ahyar Abduh itu di Ntobo disambut sangat meriah oleh warga setempat. Kesenian Hadrah dan sikap hangat masyarakat tampak saat Mori berinteraksi dengan mereka.
Pada kesempatan tersebut Mori juga mengungkapkan komitmen pasangan nomor urut 2, Ahyar – Mori untuk pengembangan UMKM dan sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama bagi warga Ntobo dan daerah lainnya di NTB.
Untuk UMKM, Ahyar – Mori, katanya, akan menciptakan 10.000 orang wirausahawan baru. Mereka akan diberikan Rp 10 juta per – wirausahawan untuk modal dalam berusaha.
“Di sektor pertanian, modernisasi alat untuk pertanian yang modern adalah komitmen yang menjadi salah satu prioritas Ahyar – Mori jika mendapat kepercayaan masyarakat memimpin NTB,” ungkapnya, disambut aplaus meriah warga.
Wakil Ketua DPD PAN Kota Bima, Syamsuri yang mendampingi Mori, menyatakan yakin pasangan Ahyar-Mori akan mendapatkan dukungan maksimal dari Ntobo.
“Minimal kita harus mengantar pasangan Ahyar Mori mendapatkan 80% suara di Ntobo. Apabila masyarakat Sumbawa Bima Dompu menyatukan suara, maka bukan tidak mungkin 30 persen APBD NTB akan turun ke Bima,” ujarnya.(By/*)







