Penertiban Pedagang di Pasar Bayangan, Sat Pol PP Sebut Sesuai Prosedur dan SOP

KabarNTB, Sumbawa Barat – Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumbawa Barat, Sihabuddin S.Sos, menegaskan bahwa penertiban pedagang di pasar bayangan dalam kota Taliwang telah sesuai prosedur dan SOP.

Kepada KabarNTB, akhir pekan kemarin, Kasat Pol PP menyatakan, sejak tahun 2017 para pedagang di pasar bayangan sekitar taman Tiangnam itu, telah diberikan surat peringatan, surat teguran, diundang rapat, juga diberikan surat edaran lewat lurah dan kepala lingkungan.

“Surat peringatan, teguran masing-masing tiga kali. Pertemuan di kecamatan dipimpin asisten sudah, rapat mengundang pemilik tanah juga sudah. Demikian juga surat edaran disebar lewat lurah, kepala lingkungan dan langsung ke pedagang juga sudah. Bahkan diminta pindah secara sukarela juga sudah,” ujar Sihabuddin.

Kepala Dinas Sat Pol PP KSB, Sihabuddin

“Tapi dalam perjalanannya mereka tetap bersikeras tidak mau pindah. Maka cara terakhir kami terpaksa mengangkut barang dagangan mereka ke pasar. Jadi tak ada istilah penyitaan atau penggusuran. Kita pindahkan barang dagangan sekaligus kita minta pemiliknya ikut untuk kita serahkan barang dagangannya di pasar,” imbuhnya.

Di pasar para pedagang yang dipindahkan itu, sambung Kasat Pol PP, diserahkan langsung kepada Kepala pasar dan dibuatkan berita acara. Mereka (para pedagang) diharapkan untuk berjualan di dalam pasar, tidak lagi di pasar bayangan.

Kasat Pol PP mengakui kegiatan penertiban yang dilaksanakan institusi tersebut mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Bahkan di media sosial (facebook), Sat Pol PP dikecam terkait penertiban itu, karena disebut anggota di lapangan memeriksa sampai ke dalam rumah pedagang.

“Jika dilihat di foto yang tersebar di facebook itu ada etalase (lemari kaca). Tidak mungkin ada etalase didalam kamar mandi dan kamar tidur. Tidak, kami ambil barangnya di belakang etalase,” jelasnya.

Ia mengakui petugas sempat masuk kedalam rumah salah satu pedagang. Dijelaskannya, bahwa pedagang dimaksud sempat mempermainkan petugas. Sebelumnya, menjelang magrib petugas menegur pedagang bersangkutan. Lalu barangnya disimpan di dalam rumah. Setelah petugas tidak ada, barangnya dikeluarkan lagi.

“Saya sendiri pelakunya. Keesokan harinya, saya datangi. Saya bilang, ibu tidak bisa menghindar lagi, barang ibu ada didalam. Akhirnya dia kunci pintu. Setelah itu saya panggil pak Danramil (Danramil Taliwang), beliau yang buka pintunya dan barangnya yang disembunyikan didalam rumah kami angkut,” urainya.

Tentang adanya pedagang yang berjualan di dalam pekarangan milik pribadinya tetapi tetap juga ditertibkan, Kasat Pol PP menegaskan, sesuai surat edaran yang ditandatangani Bupati KSB Nomor : 300/240/SAT POL – PP/III/2018 tanggal 13 Maret 2018, lokus yang ditertibkan bukan orang atau tempat berjualan (rumah pribadi atau milik orang lain), tetapi produk yang dijual.

“Jadi ikan, daging, sayur mentah yang rusak dalam 1 x 24 jam harus dijual dipasar. Mau dijual oleh siapa, apakah pemilik rumah atau penyewa, tetap harus ke pasar. Jadi lokusnya bukan orang, tapi produknya,” tandas Kasat Pol PP.

Surat edaran Bupati Nomor 300/240/SAT POL – PP/III/2018 sendiri telah diperkuat dengan surat penegasan yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) tertanggal 22 Maret 2018. Surat penegasan itu merupakan tindaklanjut rapat koordinasi yang dilaksanakan diruang Pimpinan DPRD KSB pada selasa 20 Maret 2018 lalu.

Di surat itu ditegaskan bahwa area yang disebut sebagai pasar bayangan di sekitar Taman Tiangnam tetap tidak diperkenankan untuk berjualan. Di poin berikutnya area dimaksud disebutkan meliputi sekitar kompleks Koramil Taliwang sampai Kantor Kelurahan Arab Kenangan, tanah kosong disebelah barat BRI Unit Taliwang, di belakang toko Senter Bangunan dan di sekitar perempatan Toko Boxi.(EZ)

Komentar