KabarNTB, Sumbawa – Yandi Juniansyah (17) pelajar kelas 2 SMKN 1 Sumbawa, warga Desa Mamak Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, yang menjadi korban teror anak panah oleh dua orang pelaku misterius pada Jum’at petang 27 April 2018, hari ini, Sabtu 28 April 2018, menjalani operasi pengangkatan anak panah dsri lehernya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa.
Pantauan KabarNTB, Yandi dibawa masuk ke kamar operasi sekitar pukul 11.00 wita sabtu siang. Ia didampingi oleh ayah dan ibunya beserta sanak family yang lain yang turut mengantar hingga depan pintu ruang operasi.
Baca juga : https://kabarntb.com/teror-anak-panah-di-sumbawa-kembali-makan-korban/
Yandi menjadi korban teror anak panah saat sedang duduk bersama teman wanitanya, Lusi Susilawati (17) di depan kos-kosan di Jalan Sernu Kelurahan Lempeh Sumbawa. Dua orang pengendara sepeda motor yang berboncengan, menggunakan masker penutup wajah, secara tiba – tiba, tiba menembakkan panah ke arah Yandi dan menancap persis di leher bagian kirinya.

Ayah Yandi, Imran Rafaki (50) kepada KabarNTB di RSUD Sumbawa siang ini, mengaku kaget atas kejadian yang menimpa anaknya. Apalagi selama ini Yandi dikenal sebagai anak baik-baik dan tidak punya musuh.
“Saya mendapat telpon dari teman perempuan Dodo (panggilan Yandi) yang mengabarkan bahwa anak saya masuk IGD. Saya kaget dan langsung meluncur dari desa (Desa Mama) bersama istri ke RSUD Sumbawa,” ungkap Imran.
Menurut Imran, saat kejadian, Yandi yang masih mengenyam pendidikan di kelas 1 SMKN 1 Sumbawa, sedang berbincang di depan kost teman wanitanya.
“Ia (Yandi) mengaku sempat melihat pelaku yang berkali- kali melintas bolak balik di depan kost tersebut. Namun dirinya tak menyangka bahwa kedua pelaku melakukan tindak kejahatan terhadapnya,” ungkap Imran.
Selaku orang tua dan mewakili keluarga serta masyarakat pada umumnya, Imran mengharapkan agar kasus teror panah yang menimpa anaknya menjadi yang terakhir.
“Kami tidak ingin ada Yandi – Yandi yang lain yang menjadi korban. Karena itu terhadap pihak Kepolisian kami keluarga berharap agar segera mengusut tuntas kasus teror ini, agar pelaku segera diamankan dan pihak keluarga merasa tenang,” tandasnya Imran.
Hingga berita ini diturunkan, Yandi Juniansyah masih berada di dalam ruang operasi.(JK)



