Sayang! 12 Kuota CPNS dari Honorer K2 di KSB Masih Nol Pendaftar

KabarNTB, Sumbawa Barat – Sampai Senin 15 Oktober 2018, hari terakhir pendaftaran online seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dibuka Pemda Sumbawa Barat (KSB), tidak satupun tenaga honorer Kategori Dua (K2) yang mendaftar.

Padahal dari total sebanyak 238 orang kuota rekrutmen CPNS Pemda KSB, 12 diantaranya adalah kuota khusus untuk tenaga honorer K2.

“Sampai hari terakhir pendaftaran online ini pukul 13.00 Wita tidak ada satupun pendaftar dari K2. Mudah-mudahan dalam waktu yang tersisa sampai pukul 00.00 Wita malam nanti ada K2 yang mendaftar,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Latihan (BK Diklat) KSB, HA Malik Nurdin, kepada KabarNTB, Senin siang.

Kesibukan di sekretariat panitia seleksi CPNS Pemda KSB menyortir berkas lamaran para pendaftar

Selain batas usia yang telah melampui 35 tahun (syarat usia maksimal pelamar CPNS), HA Malik menyatakan faktor ijazah (jenjang pendidikan) juga menjadi kendala utama para K2 di KSB sehingga tidak bisa mendaftar untuk ikut tes CPNS.

Menurutnya, sebagian besar dari total sebanyak 828 orang K2 di KSB saat melamar menjadi tenaga honorer menggunakan ijazah SMA.

“Sementara  syarat minimal pelamar berijiazah S1. Ini yang menyebabkan banyak K2 yang tidak bisa mendaftar,” ungkapnya.

Tidak adanya pendaftar dari K2 ini diakui HA Malik akan merugikan KSB. Karena 12 kuota untuk K2 (jika tidak terisi / tidak ada pelamar) tidak bisa diisi atau dialihkan untuk pelamar umum.

“Jadi jika kuota K2 tidak terisi maka otomatis kuota kita berkurang 12 orang,” ucapnya.

Selain kuota K2, kuota yang kosong (tidak ada pendaftar) adalah kuota untuk penyandang disabilitas. Padahal Pemda KSB menyiapkan 2  (dua) kuota khusus untuk disabilitas. Hanya saja untuk kuota Disabilitas ini, jika tidak terisi atau tidak ada pelamar tidak akan mengurangi kuota rekrutmen.

Sementara untuk formasi yang minim pendaftar adalah formasi dokter gigi. Dari 3 kuota formasi yang tersedia untuk dokter gigi, sampai senin siang baru satu orang pendaftar online. Sedangkan untuk dokter umum jumlah sudah melampaui kuota.

“Jumlah pendaftar sudah 9 orang, dari 9 orang kuota dokter umum,” tandas Malik.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.