KabarNTB, Sumbawa Barat – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menegaskan akan memilih dan mengangkat personil yang memiliki prestasi sebagai kepala sekolah tingkat SMA/SMK.
“Sehingga NTB Sehat dan Cerdas betul-betul terwujud dan memiliki dampak baik bagi indeks pembangunan manusia NTB,” ucap Gubernur saat bersilaturrahim dengan kepala sekolah SMA/SMK se-KSB, di SMA 1 Pototano, Sabtu 20 Juli 2019.
Silaturrahim tersebut digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan digelar usai Gubernur menyapa sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, menjelaskan apapun latar belakang suku, agama dan golongan, kalau kepala sekolah itu memiliki prestasi hebat, maka mereka itulah yang layak memimpin sekolah.

“Jadi jangan khawatir diganti, kalau anda berprestasi, maka akan terbuka, apapun organisasinya,” jelas Gubernur.
Dalam mengangkat kepala sekolah itu, katanya, tidak akan melihat faktor kedekatan atau politis. Namun, yang diperhatikan adalah prestasi serta masukan dari para guru dan pengawas.
Sebab kalau pengangakatan kepala sekolah berdasarkan suka dan tidak suka, atau karena faktor tim sukses, maka pendidikan di NTB tidak akan mengalami perubahan. Justru yang ada katanya adalah kehancuran pendidikan.
Pertemuan dgn para Kepala SMA, SMK, & SLB se-KSB dan se-Kabupaten Sumbawa hari ini terasa begitu Istimewa. Kehadiran Buk Masuji Walikelas sy dan Buk Ati guru SD, SMP, serta SMA sy, mengingatkan sy pada masa2 sekolah.
Dulu, ada kepala sekolah, Pak Marwan Muslimin cukup lama menjadi Kepsek di SMAN 1 Sumbawa. Kita ingin kepala sekolah kita sosoknya seperti Pak Marwan. Walaupun jarang bicara, tp selalu menghadirkan keteladanan.
Pak Marwan jadi kepala Sekolah, tutur katanya bisa dihitung tp kehadirannya menentramkan. Kehadirannya betul2 bisa menjadi sosok yg digugu dan ditiru. Shg wibawah seorang Kepala Sekolah, bahkan bisa mengalahkan wibawah kepala daerah.
“Kepala Sekolah kita, tidak boleh lagi dipilih asal-asalanan, apalagi karena kedekatan personal, titipan TimSes dan lain-lain. Siapa pun yang jadi Kepala sekolah, harus betul-betul dicintai oleh guru yang ada di sekolah tersebut, dicintai oleh murid-muridnya, menjadi contoh bagi orang tua muridnya,”.
“Kepala sekolah itu betul-betul harus digugu dan ditiru. Kita kembalikan kepala sekolah kita ini pada marwah yang mulia,” tegasnya.
Doktor Zul menjelaskan sudah saatnya pendidikan yang ada di NTB ini menjadi ruang laboratorium utama yang tidak lagi diintervensi oleh siapapun.
“Kepala sekolah kita dulu luar biasa, tidak hanya menjadi orang tua sekolah itu, namun juga orang tua masyarakat dan kata-katanya di dengar,” ungkap orang nomor satu di NTB itu.
Gubernur juga mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB. Sebab katanya, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi. Namun, bukan berarti pemerintah kabupaten tidak memiliki penilaian dan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Kami tidak ingin kebijakan provinsi dirasakan berbeda oleh bupati,” ungkapnya.(EZ)





