Demokrat Tepis Tuduhan Kerahkan Massa ke Acara Syukuran Bupati Husni Djibril

KabarNTB, Sumbawa — DPC Partai Demokrat Sumbawa, Syamsul Fikri membantah pihaknya melakukan penggalangan massa untuk datang ke acara syukuran atas tuntasnya pengobatan dan kesembuhan Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, pekan lalu.

“Itu anggapan yang mengada-ada dan terlalu berlebihan,” tegas Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa Syamsul Fikri, melalui siaran pers, Selasa 21 Januari 2020..

Fikri menyatakan, kedatangannya ke acara syukuran tidak lain memenuhi undangan sahabat dan kerabat dekatnya, HM Husni Djibril yang tidak lain adalah tokoh, dimana Demokrat merupakan salah satu parpol yang tergabung dalam koalisi pengusung saat Pilkada 2015 dan pendukung pemerintahan Husni – Mo’ yang masih berjalan hingga saat ini.

Bupati Sumbawa, HM Husni – Ketua DPC Partai Demokrat Sumbawa, Syamsul Fikri

“Saya tidak habis pikir darimana mendapatkan informasi bahwa ada massa Demokrat yang digerakkan secara besar-besaran di acara syukuran dan doa bersama dalam rangka pulangnya Bupati Sumbawa dari pengobatan di Singapura. Mungkin ada rakyat yang juga kader Demokrat yang menghadiri acara itu untuk memberikan doa terbaiknya atas kesembuhan bupati, tapi yang jelas tidak ada pengalangan massa Demokrat untuk hadir di acara tersebut,” urai Fikri.

Sebagai Ketua Tim Koalisi pasangan Husni-Mo’ yang hingga saat ini belum dibubarkan, Fikri menyatakan ia merasa ikut bertanggung jawab dalam jalannya roda pemerintahan saat ini, karna koalisi pemerintahan PDI P –Demokrat harus dikawal hingga selesai. “Kami tidak mau setengah-setengah untuk mengawal pemerintahan ini, pemerintahan ini harus berjalan dengan baik sampai selesai dibawah koalisi PDI P- Demokrat,” cetusnya, sembari menepis anggapan bahwa Demokrat merupakan anak emas bupati Sumbawa.

Ia juga menyinggung soal kehadiran sejumlah kepala Dinas dalam acara syukuran dan doa bersama tersebut. Menurutnya itu sah-sah saja dan tidak ada masalah seorang bupati sebagai kepala daerah dijenguk oleh bawahannya untuk bersilaturrahmi. Demikian pula lokasi acara doa dan dzikir bersama yang dilaksanakan di Pendopo, disebut Fikri sebagai hal yang sangat masuk akal, karena Pendopo merupakan rumah dinas sebagai kediaman resmi bupati. “Justeru yang tidak masuk akal acara doa dan dzikir bersama numpang dirumah atau kediaman orang lain. Komentar boleh saja, tapi yang masuk dalam logika aja, kok sampai kediaman Bupati dipermasalahkan sebagai lokasi doa dan dzikir bersama, itu kan gak elok dan tidak ada larangan,” jelasnya.

Sebagai Ketua Tim Koalisi, Ia menyampaikan apresiasi kepada teman, sahabat, relawan dan masyarakat dari Alas Barat hingga Tarano yang telah memberikan sumbangsih atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Pak Bupati saat ini kondisinya sangat sehat walafiat. Saya bersyukur serta salut dan bangga atas kehadiran dan sumbangsih berbagai kalangan masyarakat Sumbawa menyambut kepulangan bupatinya. Itu membuktikan bahwa HM.Husni Djibril sangat disayangi oleh rakyatnya,” demikian Syamsul Fikri.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.