KabarNTB, Mataram – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai faktor utama dalam penanganan Covid-19.
“Ini yang harus betul-betul kita garisbawahi. Jadi kalau kita berbicara faktor-faktor lain, itu pendukungnya. Tanpa kedisiplinan (mematuhi protokol pencegahan) tidak mungkin kita dapat melakukan langkah penanangan terhadap Covid-19,” tegas Wakil Gubernur dalam konfrensi pers di Posko Gugus Tugas NTB, di Kompleks Kantor Gubernur NTB, di Mataram, Kamis siang, 4 Juni 2020.
Wagub memaparkan, kondisi di NTB saat ini berbeda dengan kondisi awal, dimana banyak Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sudah terpapar. Saat ini, menurutnya, sudah lebih dari 150 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Fakta yang ditemukan dari hasil tracing yang dilakukan, sebagian besar Nakes yang terpapar tersebut ternyata bukan orang yang secara langsung menangani Covid-19. Tetapi justeru Nakes yang bertugas di UGD atau dokter praktek. Mereka seperti 80 persen pasien Covid-19 lainnya di NTB, tertular dari orang tanpa gejala (OTG).

“Ini menunjukkan bahwa data di NTB, OTG (orang tanpa gejala) memang sangat riskan, info dari Kadikes lebih dari 80 persen. Sehingga nakes kita banyak yang terpapar secara tidak sengaja, dari orang yang datang bukan sebagai status sebagai pasien Covid-19,” ungkapnya.
Kondisi ini, sambung Wagub, menjadi warning bagi seluruh pihak di NTB, bahwa pasien Covid-9 di daerah ini banyak yang kelihatan sehat-sehat saja seperti orang lain. “Sehingga jangan heran ada pemberitaan yang mengatakan penyakit Covid-19 ini sanksi sosialnya lebih besar daripada apa yang dirasakan, karena memang pasien tersebut adalah orang yang tidak kelihatan gejalanya, kelihatan baik-baik saja, tapi itu riil. Nah ini bagaimana supaya masyarakat kita paham tentang ini, bahwa pasien covid tidak mesti seperti yang kita lihat di tv, berita-berita bahwa harus pakai ventilator dan kondisinya parah. Karena OTG dalam kondisi baik-baik saja bisa menularkan kepada siapa saja,” terangnya.
Karena itu, masalah kedisiplinan mematuhi protokol pencegahan Covid-19 menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan di NTB. Wagub menegaskan, persoalan kedisiplinan ini menjadi PR bersama. Meski tidak mudah tapi dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19, Ia yakin step by step kedisiplinan masyarakat bisa ditingkatkan.
“Kalau saja kita bisa membayangkan apa yang teanga kesehatan kita lakukan untuk membantu penananganan kesehatan di NTB dari segala lini, mungkin masyarakat berfikir dua kali untuk tidak disiplin. Ini memang bukan pekerjaan yang mudah, maka dari itu butuh sinergi dari semua pihak untuk kita bisa berkontribusi. Siapapun kita, akan bisa berkontribusi besar terhadap penanganan Covid-19 jika kita memerankan fungsi kita dengan sebaik-baiknya baik dilingkungan keluar, sahabat, kerabat, dimanapun kita berada saling mengingatkan tentang disiplin,” tandasnya.(NK)






