KabarNTB, Sumbawa — Ratusan Warga Dusun Tero Desa Jotang Kecamatan Empang Sumbawa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Jalan Tero (KMPJ Tero) mengelar akasi demo di depan kantor Bupati Sumbawa. Kedatangan KMPJ itu untuk menuntut perhatian pemerintah daerah terhadap akses jalan menuju dusun setempat yang rusak parah dan sangat sulit dilalui.
Menurut massa aksi, salah satu akibat dari akses jalan yang sulit tersebut, warga setempat merasakan terlambatnya perkembangan pendidikan, ekonomi, pertanian, peternakan, maritim, SDM dan segala potensi besar lainnya.
“Untuk diketahui, di bidang pendidikan, para guru yang mengajar di Dusun Tero harus berjuang keras untuk sampai ke lokasi mengajar karena medan yang sulit dan berlumpur ketika musim penghujan. Sementara di musim kemarau, penguna jalan harus bermadikan debu,” ujar salah seorang orator aksi.

“Begitu juga saat musim panen, warga yang hendak menjual hasil panen dan pelajar yang sekolah di pusat kecamatan harus menghadapi dua kendala tersebut, jalan dipenuhi kubangan di musim penghujan, sementara di musim kering jalan bak padang pasir yang berdebu,” tambahnya lagi.
Di bidang kesehatan, peternakan dan perikanan kesulitan juga dirasakan oleh warga setempat. Karena itu Demonstran meminta keadilan kepada pemangku kebijakan untuk segera menunaikan hak hidup layak bagi masyarakat yang berada di wilayah Dusun Tero .
“Pemerintah hingga saat ini hanya memberikan angin segar ketika menjelang pemilu bagi warga dusun kami. Warga dusun kami bisa dikatakan belum merdeka dan masih terisolir akibat tidak adanya akses jalan yang layak,” ungkap orator lainnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sumbawa, M Ikhsan Imanuddin yang menemui demonstran, mengatakan, pembangunan jalan menuju Dusun Tero Desa Jotang, pemerintah daerah telah mengusulkannya melalui dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021.
“Dinas PUPR dalam hal ini juga siap mengawal dan berkomitmen dalam merealisasikan pembangunan ruas jalan Jotang-Tero. Apabila realisasi ruas jalan Jotang-Tero tidak dapat terlaksana, maka pemerintah daerah siap mencari alternatif lain untuk pembangunan ruas jalan dimaksud pada tahun 2021,” janji Ikhsan.(JK)




