Oknum Pegawai Bapas Sumbawa Ditangkap Usai Ambil Paket Sabu

KabarNTB, Mataram – BNN NTB menangkap 4 orang pengedar Narkotika jenis sabu pada Sabtu 31 Oktober 2020. Penangkapan itu berawal dari penangkapan di Kantor jasa pengiriman JNE Kecamatan Alas Sumbawa dimana ditangkap 2 orang termasuk salah satunya berinisial AH (32 tahun) petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Sumbawa.

Setelah dikembangkan Tim BNN kemudian menangkap 2 orang Napi di Lapas Mataram yang ikut terlibat dalam jaringan pengedar tersebut.

AH, oknum pegawai Lapas Sumbawa yang ditangkap Tim BNN NTB usai mengambil paket sabu di kantor jasa pengiriman di Alas

AH sendiri ditangkap saat sedang membawa dan menguasai barang haram narkotika jenis sabu bersama rekannya, S (38 tahun) warga Desa Kalimango Kecamatan Alas Sumbawa.

Dari tangan keempat pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 86,90 gram dan enam unit ponsel serta uang tunai dan sepeda motor.

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, mengatakan bahwa terungkapnya kasus yang melibatkan oknun pegawai Bapas Sumbawa dan Napi di Lapas Klas II A Mataram tersebut berawal dari penangkapan terhadap AH (oknum pegawai Bapas) sesaat setelah mengambil 1 buah paket kiriman dari Jakarta di kantor JNE di jalan Lintas Alas Sumbawa pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 11.30 wita.

“Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap paketan kiriman tersebut, ditemukan 1 bungkus plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat 49,52 gram,” ucapnya Senin (2/11).

Selanjutnya, berdasarkan hasil interogasi pelaku mengaku disuruh mengambil paketan tersebut atas perintah seseorang. Dari hasil introgasi pelaku, perugas berhasil mengamankan S yang diduga orang yang akan diantarkan barang dan dari tangannya berhasil diamankan dua poket seberat 13,13 gram dan 24,25 gram.

Sementara itu, Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata barang yang diterima AH merupakan barang dari salah seorang Napi kasus Narkotika di Lapas Kelas II A Mataram berinisial AHW, sedangkan dari keterangan S, diarahkan untuk mengambil paket yang sudah diterima AH oleh seorang Napi Lapas kelas II A Mataram inisial FF yang telah divonis penjara seumur hidup dalam kasus yang sama.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara itu, Kadiv Pemasyarakatan, Dwi Nastiti, mengatakan bahwa pihaknya punya komitmen dalam P4GN. Sedangkan terkait dengan adanya keterlibatan oknum pegawai Bapas Sumbawa tersebut, dijelaskan, jika terbukti bersalah maka akan ditindak secara tegas sebagaimana yang telah diatur dalam Undang Undang dan peraturan yang berlaku.

“Demikian pula terhadap napi yang melakukan perbuatan yang sama, pihak Kadivpas akan melakukan dan mengambil tindakan yang tegas,” tandasnya.(NK)

*Judul dan isi Berita ini telah direvisi terkait status tersangka AH yang sebenarnya adalah PNS pada Balai Pemasayarakata (Bapas) Sumbawa. Redaksi

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.