Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Tiga Orang Kakak Beradik di Kota Mataram Ditangkap

KabarNTB, Mataram – Tiga orang kakak beradik warga Rembiga ditangkap aparat Kepolisian Polresta Mataram pada Ahad malam 6 Juni 2021. Ketiga kakak beradik berinisial MG (25 tahun), SD (32 tahun) dan SM (37 tahun) itu ditangkap di Jalan Lombok, Lingkungan Rembiga Utara, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang karena diduga terlibat dalam sindikat peredaran Narkoba.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK dalam konferensi persnya di Mataram, Selasa 8 Juni 2021, mengatakan, tiga bersaudara itu ditangkap Tim Satresnarkoba Polresta Mataram yang dipimpin AKP I Made Yogi Purusa Utama. “Penangkapannya berawal dari informasi masyarakat yang dilanjutkan dengan giat penggerebekkan dirumah para terduga,” kata Heri.

Terduga kakak beradik yang ditangkap Tim Polresta Mataram karena diduga terlibat sindikat narkoba digiring petugas

Dari hasil penggerebekan, terungkap ketiganya sedang bersama dua pria terduga pengedar Narkoba. Kedua priga terduga pengedar itu berinisial AJ dan M, berasal dari Midang, Kabupaten Lombok Barat. “Saat Tim kami datang, mereka berlima berusaha kabur melalui pintu belakang,” ujar Heri.

Ternyata penggerebegan itu sebelumnya sudah terendus para pelaku yang mengamati kedatangan anggota melalui kamera CCTV di depan rumah. Meski demikian, Tim berhasil mencegah mereka kabur. Barang bukti yang berkaitan dengan Narkoba berhasil diamankan. Alat skop sabu dan pembungkusnya ditemukan berserakan di lantai rumah. “Jadi diduga saat tim datang, mereka sedang memecah barang,” imbuhnya.

Selain barang bukti di lantai rumah, ada juga yang ditemukan di kamar mandi. Satu poket klip plastik berisi serbuk kristal putih ditemukan. Terlihat juga air dalam bak mandi keruh. Diduga sabu dilarutkan dalam air ketika Polisi datang.

“Kami menduga mereka membuang sabu yang dipecah ke dalam bak mandi,” kata AKP Yogi yang mendampingi Kapolresta.

Dari hasil penggeledahan, anggota juga menemukan barang bukti sabu yang tersembunyi rapi di atas genteng. “Setelah kita timbang, seluruhnya mencapai berat 10 gram,” ujarnya.

Uang tunai Rp6,8 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi Narkoba, telepon genggam, serta alat timbang turut diamankan. Kini kelima terduga telah mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Mataram.

Terkait dengan asal usul barang, penyidik dikatakan Kapolresta masih terus didalami dari keterangan para pelaku. Kelimanya terancam Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika yang ancaman pidana paling singkat 20 tahun penjara.(JK/NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.