Bangunan Liar di Pasar Sekteng, Dirobohkan

Kabar NTB, Sumbawa – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa, merobohkan bangunan liar di Pasar Seketeng, Selasa (26/10) pagi tadi, lantaran tidak memiliki izin.

Penertiban dan pembongkaran bangunan tersebut, dipimpin langsung oleh Sekretaris Satpol PP, Adiman, S.STP, M.Si., bersama Kapolsek Sumbawa dan KUPT Pasar Seketeng.

“Sebelum dirobohkan, sempat dilayangkan peringatan dan teguran dari Pemerintah Daerah, namun tidak diindahkan pemilik bangunan. Untuk itu hari ini kami lakukan penertiban,” ungkap Adiman seraya menambahkan, jika ingin membangun bangunan baru di sekitar Pasar Seketeng, harus memiliki izin dari Dinas terkait yakni Dinas Koperindag.

“Karena bagunan yang ada di area pasar seketeng ini ketika hendak dibangun tentunya harus memiliki izin dari Dinas Koperindag. Nah, bangunan ini adalah bangunan tanpa izin yang nanti akan menggangu pemasangan portal E-Parkir.” jelasnya.

Dijelaskannya, bangunan tanpa izin yang ditertibkan pada hari ini hanya terdapat di satu titik lokasi saja. Oleh karena itu, ia berharap melalui pembongkaran bangunan ini dapat memberikan pemahaman dan informasi kepada masayarakat bahwa keinginan untuk mendirikan usaha tidak ditutupi oleh Pemerintah.

“Saya berharap kepada para pedagang, jika ingin menambahkan bangunan untuk tempat usaha di area pasar Seketeng, harus memiliki izin dari dinas terkait, agar hal-hal seperti ini tidak terjadi.” pungkasnya(JK)

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Satpol PP menyampaikan bahwa kegiatan penertiban harus dilakukan dalam rangka menertibkan pasar seketeng dari bangunan-bangunan yang tidak memiliki izin.

“Karena bagunan yang ada di area pasar seketeng ini ketika hendak dibangun tentunya harus memiliki izin dari Dinas Koperindag dan bangunan ini adalah bangunan tanpa izin yang nanti akan menggangu pemasangan portal E-Parkir.” Ujarnya

Dikatakan, bahwa bangunan tanpa izin yang ditertibkan pada hari ini hanya terdapat disatu titik lokasi saja. Oleh karena itu, Sekretaris Satpol PP berharap melalui pembongkaran bangunan ini dapat memberikan pemahaman dan informasi kepada masayarakat bahwa keinginan untuk mendirikan usaha tidak ditutupi oleh Pemerintah.

“Namun jika ingin menambahkan bangunan untuk tempat usaha di area pasar seketeng harus memiliki izin dari dinas terkait, agar hal-hal seperti ini tidak terjadi.” pungkasnya

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.