Sebaran Kasus Gigitan Anjing Diduga Rabies di KSB Terus Meluas

KabarNTB, Sumbawa Barat – Kasus gigitan anjing diduga rabies di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menunjukkan trend meningkat.

Peningkatan kasus ini berbanding lurus dengan area sebaran kasus yang juga semakin meluas, menjangkau wilayah pedesaan.

“Ya (area terjadinya kasus) semakin menyebar,” ungkap Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, kepada KabarNTB, Ahad malam 10 April 2022.

Data sebaran kasus gigitan anjing diduga rabies di KSB per hari Ahad 10 April 2022 pukul 18.00 Wita (sumber : Dinas Pertanian)

Sulitnya melakukan vaksinasi terhadap Hewan Pembawa Rabies (HPR), khususnya anjing tak berpemilik, ditengarai menjadi salah satu penyebab semakin meluasnya sebaran kasus.

Meski demikian, Tim Penanggulangan Rabies yang dibentuk Pemda KSB belum menjadikan eleminasi sebagai solusi untuk menekan jumlah kasus gigitan ini.

“Akan kita diskusikan di internal Tim untuk membahas solusinya,” imbuh Suhadi.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Pertanian sampai Ahad (10/4) pukul 18.00 Wita telah terjadi penambahan 7 kasus gigitan, sehingga total jumlah kasus menjadi 60 kasus.

Tambahan 7 kasus itu terjadi di Desa Senayan Kecamatan Poto Tano 1 kasus, Desa Seteluk Tengah Kecamatan Seteluk 1 kasus, Kelurahan Menala Kecamatan Taliwang 2 kasus, Kelurahan Arab Kenangan Kecamatan Taliwang 1 kasus, Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea 1 kasus dan Desa Lampok Kecamatan Brang Ene 1 kasus.

Sedangkan capaian vaksinasi HPR berpemilik, sampai Ahad 10 April sebanyak 1.119 ekor, terdiri dari 685 ekor anjing dan sisanya kucing.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses