Seorang Bocah Perempuan di Taliwang Jadi Korban Gigitan Anjing Diduga Rabies

KabarNTB, Sumbawa Barat – Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun warga lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, menjadi korban gigitan anjing diduga rabies, Senin 18 April 2022.

Bocah perempuan berinisial AZZ itu digigit saat bermain disamping rumahnya sekitar pukul 15.30 Wita.

“Korban mengalami gigitan di betis bagian kiri dan langsung dilarikan ke Puskesmas Taliwang untuk mendapat perawatan medis dan diberikan vaksin anti rabies (VAR) dosis pertama,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan KSB, Hj Ernawati, kepada KabarNTB, Senin malam.

Peta sebaran kasua gigitan anjing diduga rabies di LSB per hari Senin 18 April 2022 (Sumber : Dikea-Distan KSB)

Hj Ernawati memastikan seluruh korban gigitan HPR tetap dalam pemantauan petugas kesehatan dari Puskesmas di masing-kecamatan, sehingga kondisi kesehatannya pasca mengalami gigitan tetap terupdate.

Setelah mendapat vaksin dosis pertama usai mengalami gigitan, para korban juga mendapatkan vaksin dosis kedua dan ketiga secara bertahap.

“Sampai hari ini dari total 70 korban gigitan, seluruhnya telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua, 58 orang sudah vaksin dosis ketiga,” ungkap Hj Ernawati.

Dengan terjadinya penambahan satu kasus gigitan di kelurahan Kuang maka total jumlah kasus gigitan anjing diduga rabies di KSB per hari ini (18/4) sebanyak 70 kasus.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi menyatakan pihaknya telah menerima hasil uji sampel atas HPR yang melakukan gigitan di Desa Talonang Baru Kecamatan Sekongkang dan hasilnya negatif.

“Ada dua kemungkinan atas hasil negatif ini, pertama sampel HPR yang dikirm ke Laboratorium bukan anjing yang melakukan gigitan dan kemungkinan kedua, anjing yang melakukan gigitan memang negatif rabies,” sebutnya.

Meski demikian, Suhadi tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan diri ke Posko Siaga Rabies terdekat di Poskeswan, Puskesmas atau petugas kesehatan dan Kader Siaga Rabies (Kasira) jika mengalami gigitan dan mengetahui adanya kasus gigitan.

“Sikap kooperatif masyarakat ini sangat penting mengingat korban gigitan HPR harus segera mendapat perawatan medis dan diberi vaksin untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ucapnya.(EZ)

Komentar