PMK di Sumbawa Tembus 3.341 Kasus, Wilayah Barat Masih Aman

KabarNTB, Sumbawa – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Sumbawa kian merebak. Kini telah berjangkit pada 12 dari 24 kecamatan.

Namun untuk wilayah barat Sumbawa tergolong aman. Dari 5 kecamatan di wilayah itu yakni Kecamatan Alas Barat, Alas, Buer, Utan dan Rhee masih bebas PMK.

Update data PMK per 30 Agustus 2022 yang dikeluarkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) setempat menyebut, angka PMK telah menyentuh 3.341 kasus. Sebanyak 9 ekor ternak dinyatakan mati dan 11 ekor lainnya dimusnahkan.

Kecamatan Maronge berada diposisi pertama sebanyak 1.856 kasus, diikuti Kecamatan Moyo Hilir 717 kasus serta Kecamatan Sumbawa 241 dan Kecamatan Plampang 236 kasus.

Terkait nolnya kasus PMK diwilayah barat Sumbawa, Kadisnakeswan, H Junaidy menyebut hal itu karena adanya kebijakan pemerintah daerah yang mengatur pengetatan lalu lintas ternak antar kecamatan.

“Patut disyukuri wilayah barat masih bebas. Moga bisa terus dipertahankan,” pintanya.

Dijelaskannya, Bupati Sumbawa telah mengeluarkan Surat Keputusan berisi pengetatan lalu lintas ternak antar kecamatan. Hal ini untuk mencegah meluasnya penularan.

Menurut Junaidy, penerapan keputusan tersebut dilaksanakan oleh UPT Peternakan bekerjasama dengan TNI Polri serta dikoordinasi oleh camat masing-masing.
Selain itu, juga dilakukan sosialisasi kepada ‘Pelele’ atau pedagang ternak.

“Kita lakukan pendekatan pada Pelele, agar ternak diwilayah timur tidak dilalulintaskan ke (wilayah) barat hanya karena harga murah.”
“Karena bisa jadi ternak yang murah itu membawa virus PMK,” paparnya.

Penanganan PMK sambung Junaidy tidak hanya dibebankan pada pemerintah semata. Tapi perlu dukungan semua pihak, terutama pelele. (IR)

 

 

 

.

Komentar