KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbawa Barat terus mengawal proses penyusunan peta peluang investasi prioritas strategis sektor perikanan budidaya oleh Kementeeian Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Kepala DPMPTSP KSB, Ir Mansyur Sopian mengatakan, sesuai hasil kunjungan lapangan Tim dari Kementerian Investasi BKPM yang telah ditindaklanjuti dengan kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) pada 13 September lalu, Desa Dasan Anyar dan Desa Goa Kecamatan Jereweh menjadi lokasi yang ditetapkan kementerian terkait.

Lokasi tersebut akan menjadi pusat investasi prioritas strategis sektor perikanan budidaya komoditas udang vaname yang akan ditawarkan tahun 2022.
“Luas lahan yang akan menjadi lokasi perikanan budidaya di dua desa tersebut awalnya 135 hektare. Tetapi setelah dikaji oleh bidang terkait di Dinas PUPR, luas lahannya naik menjadi 176 hektar,” ungkap Mansyur Sopian, Jumat 24 September 2022.
Lahan-lahan tersebut, sambungnya, berstatus lahan masyarakat. Saat ini sebagian diantaranya digunakan sebagai lokasi budidaya tambak udang dan bandeng dan sebagian lagi merupakan perkebunan.
“Hasil kajian bidang Tata Ruang Dinas PUPR area perkebunan itu bisa dialihfungsikan karena sudah tidak produktif,” imbuhnya.
Menurut rencana Tim dari Kementerian Investasi BKPM masih akan turun ke lapangan sebelum finalisasi peta proyek prioritas strategis yang siap ditawarkan tahun 2022.
Mansyur Sopian menegaskan, Pemda KSB berkomitmen untuk mendukung segala bentuk investasi dengan memberikan kemudahan dan keamanan bagi investor.(EZ)

