Harga Daging Ayam dan Cabai Naik, Minyak Goreng Turun

KabarNTB, Sumbawa Barat — Pemerintah daerah (Pemda) Sumbawa Barat mengumumkan kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat di pasaran yang terjadi pasca kenaikan harga BBM.

Kepala Dinas Perindagkop Sumbawa Barat, Lalu Muhammad Azhar, mengakui ada sejumlah kebutuhan masyarakat yang naik, pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

Dari hasil pantauan di tiga pasar besar di Kecamatan Taliwang, Seteluk dan Maluk kenaikan harga cukup signifikan terjadi pada daging ayam dan cabai.

Tim dari Dinas Perindagkop KSB saat melakukan pemantauan harga di salah satu pasar

“Daging ayam broiler naik cukup signifikan dari Rp 40 ribu menjadi menjadi Rp 43 ribu. Sangat signifikan di cabai merah besar, naiknya sampai 31 persen dari Rp 53 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram,” jelas Lalu Azhar, Kamis 15 September 2022.

Komoditi berupa cabai memang diakuinya paling banyak mengalami kenaikan. Untuk cabai merah kriting mengalami kenaikan sekitar 13 persen dari sebelumnya Rp 61 ribu perkilogram menjadi Rp 70 ribu.

Cabai rawit juga demikian, bahkan kenaikannya hampir menembus 50 persen. Dari Rp 33 ribu menjadi Rp 50 ribu. Cabai hijau dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu.

“Begitu juga dengan daging sapi, naik tapi tidak terlalu tinggi. Dari Rp 123 ribu perkilogram menjadi Rp 125 ribu. Ada kenaikan sekitar Rp 2.000,’’ paparnya.

Sementara bawang bombay naik dari Rp 25 ribu perkilogram menjadi Rp 26 ribu. Kenaikan juga terjadi pada komoditi kacang-kacangan. Kacang hijau dari Rp 20 ribu naik menjadi Rp 23 ribu perkilogram. Sedangkan kacang tanah, naik sekitar empat persen dari 32 ribu menjadi Rp 34 ribu.

Meski sejumlah komoditi mengalami kenaikan, Lalu Azhar mengaku ada beberapa kebutuhan masyarakat yang malah turun. Seperti minyak goreng kemasan dari Rp 23 ribu menjadi Rp 20 ribu.

“Minyak goreng turun, padahal sebelumnya minyak ini menjadi masalah cukup krusial beberapa waktu lalu. Demikian juga untuk bawang lokal mengalami penurunan harga,” bebernya.

Ia mengakui, kenaikan harga tersebut sebagian besar didominasi barang yang dipasok dari luar daerah. Seperti daging ayam dan cabai semuanya masih mengandalkan dari luar wilayah Sumbawa Barat.

“Rata-rata kenaikan ini karena memang diambil dan didatangkan dari luar KSB. Kalau untuk beras, karena sudah bisa diproduksi sendiri relatif aman,” tandasnya.

Terkait stok, Mantan Asisten Perekonomian Setda KSB ini menegaskan, meski terjadi kenaikan, stok yang ada di sejumlah pasar KSB ini masih aman.(EZ)

Komentar