Pengibaran Bendera Lipan Api dan Macan Putih Awali Musakara Rea LATS

Sumbawa Besar, KabarNTB – Pengibaran duplikat bendera pusaka Kesultanan Sumbawa dihalaman Istana Tua Dalam Loka menjadi awal digelarnya Musakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) pada 28-30 Oktober mendatang.

Dua lambang kebesaran kesultanan itu adalah bendera Macan Putih dan Lipan Api. “Bendera Macan Putih dan Lipan Api mengapit sisi kiri dan kanan bendera Merah Putih. Posisi keduanya lebih rendah dari Merah Putih sebagai bendera kebangsaan,” terang Ketua Panitia Musakara Rea, Syukri Rahmat yang dihubungi KabarNTB, Ahad (4/09).

Pengibaran panji Kesultanan Sumbawa itu lazim dilakukan bila ada kegiatan adat berskala besar. Terakhir dilakukan pada penobatan DMA Muhammad Kaharuddin IV sebagai Sultan Sumbawa ditahun 2011 lalu.

Mengenai sejarah dua lambang kebesaran kesultanan itu, Syukri menjelaskan bendera Macan Putih merupakan bendera resmi Kesultanan Sumbawa. Sementara bendera Lipan Api merupakan panji perang.

“Bendera asli Lipan Api masih ada sampai sekarang. Dipelihara oleh Ua’ Makadia di Pulau Bungin,” ungkap Syukri.

Ua’ Makadia lanjutnya merupakan keturunan ke 5 dari panglima Kesultanan Sumbawa bernama Panglima Abdullah Mayo.

Menurut mantan Ketua KPU Sumbawa ini, pada dahulu kala, perairan Sumbawa kerap disatroni oleh para perompak. Karena itu Sultan Sumbawa memerintahkan Panglima Abdullah Mayo yang berdomisili di Pulau Bungin untuk mengusir bajak laut tersebut.

Atas keberhasilan menjaga keamanan perairan itu, sultan menghadiahi panglimananya sebagai ‘Wakil’ Sultan di Pulau Bungin.

Selain pengibaran bendera pusaka, Musakara Rea juga diaqali dengan Basikir Dalam-penyiapan spritual arena musakara. Setelah itu Ngayap ko Dalam yakni parade peserta menuju arena musakara dari gerbang Bala Kuning menuju Istana Dalam Loka.(IR)

Komentar