KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, mendorong koperasi yang beroperasi di daerah itu untuk memiliki program yang mengarah pada pemanfaatan tekhnologi digital.
“Tahun 2023 mendatang kami merencanakan program pembinaan koperasi melalui pemberian modal usaha. Lewat program ini kami mengharapkan agar koperasi-koperasi yang ada bisa berkembang dan maju, termasuk salah satunya melalui pemanfaatan tekhonologi digital,” ujar Sekretaris Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, Rahadian S.Pd M.Si, Jum’at 28 Oktober 2022.

Menurutnya, tekhnologi digital menjadi sesuatu yang sangat penting di era modern saat ini, karena keberadaannya sangat membantu masyarakat. Banyak hal yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian masyarakat sekarang dilaksanakan dengan sistem digital, seperti layanan kesehatan, layanan perbankan, termasuk transaksi jual beli.
Untuk itu, Koperasi, kata Rahadian, juga mesti bisa memanfaatkan tekhnologi digital dalam operasionalnya agar semakin berkembang.
“Ketika koperasi berkembang dan bisa melaksanakan usaha dengan baik dan layanan-layanan usahanya bisa diakses dengan mudah oleh anggota maupun masyarakat, tentu akan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan anggotanya dan masyarakat. Ini yang kita harapkan,” tandas Rahadian.
Saat ini terdapat sebanyak 395 unit Koperasi di Sumbawa Barat dengan berbagai bidang usaha. Program bantuan pengembangan Koperasi yang digelontorkan Pemda KSB, adalah upaya agar ratusan koperasi tersebut bisa mandiri dan maju. Tidak hanya mensejahterakan anggotanya, tetapi diharapkan pula bisa memberi dampak positif untuk perekonomian masyarakat.
Untuk pelaksanaan program tersebut, Pemda KSB mengganggarkan sebesar Rp 10 miliar melalui APBD 2023 mendatang dengan konsep pemberian modal usaha yang akan diberikan secara bertahap sesuai perkembangan koperasi penerima bantuan.(EZ)







