19 Tahun KSB : Bandara Baru, Epicentrum Pertumbuhan Ekonomi Baru

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bandar Udara (Bandara) Kiantar yang sedang dibangun PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Kecamatan Poto Tano, diharapkan Pemda Sumbawa Barat sebagai jawaban atas sulitnya konektivitas dan menjadi pengungkit sektor pariwisata.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin dalam sambutannya di upacara puncak peringatan Hari Lahir KSB ke-19 di lapangan Graha Fitrah Kompleks Kemutar Telu Centre, Ahad 20 Nopember 2022, mengatakan, keberadaan Bandara tersebut juga menjadi pengungkit ekonomi kreatif  dan penyerap tenaga kerja.

“Spot-spot wisata sepanjang pesisir pantau Tua Nanga, Kertasari hingga Jelenga dan Sekongkang serta kawasan Gili Balu termasuk Pulau Kalong diharapkan segera terbangun menjadi destinasi wisata unggulan,” ujar Bupati.

Gili Kalong, telah resmi masuk sebagai wilayah KSB sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 100.1-1-6117 Tahun 2022 tentang pemberian dan pemutakhiran kode, data wilayah administrasi pemerintahan dan pulau.

AMMAN sendiri telah menetapkan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) sebagai pemenang tender untuk Proyek Konstruksi Bandara Kiantar pada Rabu, 9 November 2022 lalu.

Presiden Direktur AMMAN Rachmat Makkasau menyerahkan alat kerja, tanda dimulainya proses pekerjaan bandara, kepada Senior Vice President Operasi Gedung PT PP Andek Prabowo sebagai tanda dimulainya proyek konstruksi di upacara peringatan Harlah KSB ke-19.

“Saya hendak menyampaikan apresiasi atas dukungan AMMAN kepada KSB dengan membangun bandara Kiantar di Poto Tano. Tahun ini pembangunan bandara akan dimulai,” ucap Bupati Musyafirin yang menyaksikan penyerahan alat kerja dari Presdir AMMAN kepada perwakilan PT PP.

Pembangunan Bandara Kiantar juga disambut gembira Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang juga menyampaikan sambutan di upacara peringatan Harlah KSB ke-19.

“Bandara baru ini keberkahan yang luarbiasa, terimakasih kepada PT Amman. Ini akan mengakselerasi pembangununan di KSB,” ucap Gubernur Zul.

Meski demikian Gubernur mengingatkan, bahwa dengan kehadiran Bandara, masyarakat harus siap membuka diri dengan kehadiran banyak orang yang tertarik untuk datang ke daerah ini dari seluruh dunia.

“Dengan adanya Bandara, yang memiliki KSB kedepan bukan hanya orang Sekongkang, Tongo, Jereweh, Taliwang dan lain sebagainya. Tapi kita akan bertransformasi menjadi epicentrum baru yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat ini,” ucapnya.

Gubernur juga menyinggung tentang pentingnya generasi muda Sumbawa Barat untuk mempersiapkan diri menyongsong dampak ekonomi dan sosial dari keberadaan bandara tersebut.

“Menjadi pemimpin itu tidak harus menjadi anggota dewan, menjadi bupati atau gubernur, tetapi kedepan yang paling menentukan nasib kita adalah pemimpin-pemimpin di sektor ekonomi. Tidak ada gunanya kita punya bupati, gubernur atau presiden kalau pelaku bisnis di KSB ini bukan orang lokal. Kita akan seperti boneka-boneka yang berjajar saja nanti yang bisa marah-marahin orang tetapi sesungguhnya tidak ada kemampuan samasekali,” urainya.

Karena itu ia menyatakan telah meminta komitmen AMMAN untuk mempekerjakan masyarakat lokal terutama pemilik lahan yang dibebaskan sebagai lokasi Bandara ketika Bandara tersebut beroperasi kelak.

“Tugas kita sebagai pemerintah untuk memastikan hal itu. PT Amman harus tumbuh, harus jaya, harus untung, harus sukses menjadi perusahaan kelas dunia, dan di saat yang sama tidak boleh ada lagi masyarakat kita yang miskin yang menjadi penonton di daerah sendiri,” pungkas Gubernur.(EZ)

Komentar