Distan KSB Libatkan Camat, Lurah dan Kades untuk Sukseskan Vaksinasi PMK

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta para camat,  lurah dan kepala desa turut terlibat aktif dalam menyebarluaskan informasi dan menyukseskan program vaksinasi ternak dalam rangka menekan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah mereka masing-masing.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian KSB,  Hendra Zakariah, mengatakan, dinas terkait telah menyurati para camat, lurah dan kepala desa terkait hal itu. Dalam surat itu, kata Hendra,  pihkanya meminta masing-masing kepala wilayah bersangkutan agar mevasilitasi para petugas vaksinasi di lapangan.

Petugas Vaksinator dari Dinas Pertanian KSB melaksanakan vaksinasi terhadap hewan ternak masyarakat

“Sebelumnya kami telah menyurati para camat, lurah dan kepala desa agar mengimbau lagi warganya yang punya ternak, termasuk menyediakan lokasi pengumpulan ternak untuk memudahkan petugas kami melakukan vaksinasi,” ungkap Hendra, Selasa 15 Nopember 2022.

Pihaknya, sambung Hendra, telah membuat jadwal vaksinasi untuk seluruh wilayah kecamatan. Vaksinasi dilaksanakan secara bertahap untuk masing-masing wilayah, menyesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin.

Sejak kasus virus PMK pertama kali muncul di pulau Lombok, Pemda KSB langsung mengambil langkah pencegahan dini. Mobilisasi ternak dari luar daerah terutama dari pulau Lombok disetop oleh Distan KSB. Dan bahkan terbaru,  aturan tersebut juga berlaku untuk ternak di dalam pulau Sumbawa seiring munculnya kasus virus PMK di kabupaten Sumbawa dan Bima.

Hingga Oktober ini, KSB telah mendapat pasokan vaksin PMK sekitar 7.000 dosis. Pada tahap awal di Bulan Agustus lalu, KSB mendapat kirim 2.000 dosis. Sementara pada pengiriman tahap dua Dinas Pertanian mendapat kiriman sebanyak 5.000 dosis.

Hendra menjelaskan,  pihaknya bersyukur pengiriman dosis vaksin datang tepat waktu sehingga proses vaksinasi yang dilaksanakannya dapat terus berlanjut tanpa jeda.

“Jadi layanan vaksinasi kami di lapangan tidak berhenti. Berjalan setiap hari sejak pertama kita mulai tanggal 16 Agustus lalu,” sebutnya.

Saat ini jumlah ternak khususnya sapi yanh telah mendapatkan vaksin dosis pertama di KSB sudah mencapai 2.248 ekor. (bug)

Komentar