Vaksinasi Ternak di KSB Terus Digalakkan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Upaya pencegahan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui kegiatan vaksinasi terhadap ternak terus berjalan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Data terbaru kegiatan pemberian serum peningkat imun virus pada ternak khususnya sapi dan kerbau itu di KSB saat ini telah mencapai 10.000 ternak.

Petugas Vaksinator dari Dinas Pertanian KSB melaksanakan vaksinasi terhadap hewan ternak masyarakat

“Kami belum update data 2 hari terakhir. Tapi terakhir ada 9.068 yang sudah divaksin. Jadi perkiraan kami di hari ini sudah posisi 10 ribu,” terang kepala Dinas Pertanian (Distan) KSB, Muhammad Saleh, Jum’ 18 Nopember 2022.

Sejak dimulainya kegiatan vaksinasi pada bulan Agustus lalu. Total dosis vaksin yang diterima oleh Distan KSB sebanyak 19.000 dosis dalam tiga kali pengiriman. Saleh menjelaskan, pihaknya melalui petugas di lapangan berupaya mempercepat proses vaksinasi tehadap ternak milik warga agar sehingga KSB bisa dinyatakan aman dari virus PMK.

“Kiriman terakhir kita dapat 12 ribu dosis. Dan itu sudah kita sebar ke seluruh kecamatan,” sebutnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat dan Veterineer Distan KSB, Hendra Zakariah menguraikan, ada 82.445 ekor sapi dan ribuan kerbau yang menjadi target vaksinasi di KSB. Dan itu ditargetkan pihaknya sebelum akhir tahun ini sudah mendapatkan suntikan vaksin.

“Jadi kita terus pacu karena kalau lihat target kan masih jauh sekarang ini,” cetusnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi petugas dalam mempercepat vaksinasi PMK ini adalah pola beternak masyarakat.  Warga pemilik ternak umumnya memelihara dengan pola umbar.

Hal ini membuat perlu waktu jika petugas turun lapangan melakukan vaksinasi. “Banyak yang ternaknya di lepas. Jadi startegi kami, kami minta pemilik dulu mengumpulkan sapinya baru petugas kita turunkan ke lapangan,” imbuhnya.(Ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses