KabarNTB, Sumbawa Barat – Kasus infeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus melandai. Data terbaru Dinas Pertanian (Distan) setempat, sepanjang pekan pertama Desember ini jumlah ternak yang dilaporkan terinfeksi sudah di bawah rata-rata 4 kasus per hari.
“Sampai pekan pertama Desember laporan yang kami terima tinggal 13 ternak yang dinyatakan masih terjangkit PMK,” kata kepala Distan KSB, Muhammad Saleh, Rabu 7 Desember 2022.

Penurunan jumlah kasus itu menurut Saleh, tentu dipengaruhi banyak hal. Namun demikian pihaknya dapat menyimpulkan secara umum karena upaya penanganan penyakit yang menyerang jenis ternak kuku belah itu sudah tepat dilaksanakan oleh pemerintah sejauh ini.
“Sosialisasi dan vaksinasi kami memang gencarkan. Terutama lewat sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran pemilik ternak menganai cara pemeliharaan agar ternaknya tidak terpapar virus itu,” cetusnya.
Sejak ditemukan kasus pertama kali di bulan Oktober lalu, total ada sebanyak 4.116 hewan ternak yang telah terpapar penyakit dengan nama lain aphthae epizootica (AE), foot and mouth disease (FMD) itu.
Saleh mengatakan, meski sudah mencapai ribuan kasus yang ditemukan tetapi tidak satu pun mengalami kematian. Seluruh ternak yang terinfeksi dapat disembuhkan dengan proses penanganan cepat tanggap.
“Alhamdulillah sampai sekarang kita masih di posisi nihil kematian mau pun pelaksanaan prosedur potong paksa. Tentu kemudian ini kita harapkan ke depan tetap serti itu (tidak ada ternak mati),” harap Saleh.
Sementara itu ditanya mengenai realisasi kegiatan vaksinasi. Saleh menyebutkan, sudah menyasar sebanyak 21.588 ternak. Rinciannya 15.963 ekor ternak telah mendapatkan vaksinasi pertama dan 5.625 ekor ternak mendapat vaksin kedua.
“Target kita 26.875 ekor. Itu artinya capaian vaksinasi kita sudah sekitar 80,55 persen,” imbuhnya.(Ndi)






