Satgas Pengendalian PMK KSB Intensifkan Program KIE Diseluruh Kecamatan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Satuan Tugas Penanganan dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam rangka menekan angka kasus penyakit yang menyerang hewan ternak itu di seluruh kecamatan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian KSB,  drh Hendra Zakariah, mengatakan kegiatan KIE ini dilaksanakan untuk meningkatkan capaian vaksinasi ternak rentan. Adapun ternak rentan terserang PMK antara lain, kerbau, sapi, dan babi.

Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terkait PMK oleh Satgas Pengendalian PMK KSB di Kecamatan Taliwang

Satgas mengundang camat, lurah dan kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Puskeswan, penyuluh peternakan dan masyarakat pemilik ternak dalam kegiatan KIE tersebut.

KIE dilaksanakan sebagai bentuk komunikasi dan koordinasi antara Satgas dengan aparatur terkait, dari kecamatan, lurah, kades, hingga Babinsa dan Babinkamtibmas, termasuk dengan petugas Puskeswan dan Penyuluh Peternakan dalam rangka menyukseskan program vaksinasi PMK yang saat ini sedang digalakkan.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk berbagi informasi seputar PMK, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang penyakit ini, mulai dari ternak apa saja yang rentan terserang, cara penularannya, gejala-gejala yang dialami ternak yang tertular, hingga cara-cara penanganan ketika ternak terserang PMK,” urai Dokter Hendra, di sela-sela kegiatan KIE di aula kantor kecamatan Taliwang, Rabu 7 Desember 2022.

Ia mengimbau masyarakat pemilik ternak untuk tidak panik ketika ternaknya terserang PMK, karena penyakit ini tidak mematikan. Jika bisa segera ditangani dengan pengobatan yang tepat, ternak yang terserang PMK akan bisa sembuh dan pulih dalam dua pekan.

“Yang terpenting segera datang ke lokasi vaksin untuk memvaksin ternaknya. Sukses tidaknya program vaksinasi ini salah satunya tergantung dari tingkat kesadaran masyarakat untuk memvaksin ternaknya,” demikian Hendra Zakariah.

Seperti diberitakan, kasus pertama PMK di KSB ditemukan pada pekan pertama bulan oktober lalu. Pasca penemuan kasus pertama itu, angka kasus PMK di KSB terus meningkat. Menyikapi kondisi tersebut, Satgas Pengendalian PMK KSB terus bergerak dengan mempercepat program vaksinasi dan program KIE yang dilaksanakan di semua kecamatan se-KSB.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses