KabarNTB, Sumbawa Barat – Satu unit Rumah panggung milik Hamzah (30 tahun) warga RT. 04/RW.03 Dusun tengah desa UPTTambak Sari, Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, ludes dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Rabu pagi 28 Desember 2022.
Peristiwa kebakaran itu diduga akibat konseleting arus pendek listrik dan menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 80 juta.
Ketua RT setempat, Agus, kepada media ini menuturkan bahwa sekitar pukul 08.40 WITA rumah dalam keadaan kosong, karena korban beserta isteri dan anaknya tidak berada dirumah.
Pada saat itu, tetangga korban, Riyeng (46 tahun), mengaku mendengar suara letusan kecil dalam kamar tidur korban. Tidak berselang lama muncul asap dari kamar tersebut, membuat saksi kaget dan memanggil warga lainya untuk memadamkan api yang mulai membesar.
Namun upaya saksi dan warga tidak mampu mengendalikan api yang dengan cepat membesar dan melalap semua bidang rumah.
Api baru bisa dipadamkan oleh warga dengan peralatan seadanya sekitar 20 menit kemudian, namun rumah panggung tersebut sudah ludes terbakar.
“Pada saat kami mendengar teriakan dan melihat gumpalan asap datang dari rumah tersebut kami langsung berusaha memadamkan dengan warga lainya dengan alat seadanya, namun kami tidak berhasil menyelamatkan barang berharga milik korban, karena kami pokus pada upaya pemadaman,” Agus.
Agus yang juga ketua RT mengaku sedikit kecewa atas keterlambatan mobil pemadam kebakaran yang baru datang setelah api padam. Meski demikian dirinya ia memaklumi kalau jarak antara Taliwang dengan tempat kejadian cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih 20 menit.
“Iya alhamdulilah api dapat kita padamkan meski Tampa mobil pemadam, walaupun kami tidak dapat menyelamatkan barang berharga milik korban,” imbuhnya.
Sementara itu kepala desa UPT Tambak Sari, Suhardi menyatakan rasa dukanya kepada warga yang menjadi korban kebakan dan mengajak masyarakat lainya untuk dapat menjadikan musibah ini bagian dari cobaan serta terus waspada akan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
“Saya atas nama pemerintah desa akan terus berkordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui dinas instansi terkait untuk dapat bersama-sama membantu korban, dan kami dari desa akan mengeluarkan Dana Bantuan Tak Terduga untuk korban,” ujar Suhardi.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan pengendalan Dinas Pemadam Kebakaran KSB. Syamsuddin yang terjun langsung ke lokasi, mengaku kalau pihaknya bersama sejumlah unit kendaraan pemadam sedang berada di Mako Taliwang karena ada rapat evaluasi yang rencananya digelar saat itu, tetapi setelah mendapat laporan dari warga pihaknya langsung menggerakkan mobil pemadam tersebut ke TKP
“Pada prinsipnya kami dari Damkar tetap siaga, hanya saja keterlambatan kami disebabkan oleh jarak tempuh yang jauh dari Taliwang ke TKP,” ungkap Samsuddin singkat.(Ken)

