KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemerintah Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano, meningkatkan upaya penanganan dan pencegahan menyusul jatuhnya korban meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa setempat.
Saat ini tercatat 8 kasus DBD di Desa Tambak Sari dan satu diantaranya meninggal dunia.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah desa. Sejak kasus pertama ditemukan Desember lalu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk penanganan segera sehingga DBD tidak mewabah,” ungkap Kepala Desa Tambak Sari, Suhardi, usai kegiatan foging, Selasa 3 Januari 2022.
Menurut Kades Suhardi, setiap tahun menjelang masuknya musim penghujan pemerintah desa memberikan himbauan kepada warga untuk melakukan upaya pencegahan dini berkembangbiaknya nyamuk aedes aigepty di rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Kami telah memberikan himbauan kepada masyarakat baik langsung maupun melalui berbagai kegiatan adat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan pekarangan rumah masing-masing guna menghindari berbagai penyakit, termasuk DBD,” ungkapnya.
Sebagai desa eks transmigrasi, Suhardi mengakui di Desa Tambak Sari saat ini masih banyak rumah-rumah kosong yang tidak ditinggali pemiliknya. Pekarangan rumah kosong itu rata-rata dipenuhi semak belukar, sehingga menjadi tempat sarang nyamuk.
Rumah dan pekerangan kosong itu karena pemiliknya tidak tinggal di Desa Tambak Sari. Para pemilik runah jarang bahkan ada yang tidak pernah sama sekali datang untuk membersihkan pekarangan mereka.
“Karena itu upaya pemberantasan sarang nyamuk juga dilakukan dengan foging (pengasapan). Hari ini tim dari Dikes turun melakukan foging menyeluruh di wilayah desa,” ucapnya.
Upaya lain yang dilakukan Pemerintah desa adalah turun bersama pihak Puskesmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka mencegah penularan DBD.(RH)




