Cuaca Buruk, Nelayan di Sumbawa Tak Melaut

KabarNTB, Sumbawa – Akibat cuaca buruk, ratusan nelayan di Pantai Labuan Sumbawa tak bisa melaut. Perahunyapun diparkir ditempat aman atau sekalian diseret ke daratan.

Untuk mengisi waktu, nelayan tersebut melakukan perbaikan sampan, jaring dan alat tangkap lainnya. Sebagiannya lagi mencari pekerjaan serabutan, misalnya menjadi buruh bangunan atau tukang ojek.

Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi menerjang Sumbawa beberapa hari sebelum tahun baru.

“Anginnya kencang dan gelombangnya tinggi. Sampan saja kita parkir didarat,” ungkap Muhammad, salah seorang nelayan yang ditemui di Pantai Laan.

Untuk mengisi waktu karena tak melaut, Muhammad mengatakan dirinya melakukan perbaikan pada sampan beserta alat tangkap lainnya.

“Kebetulan mesinnya perlu diservice. Sekalian juga kita perbaiki jaring dan pancing,” papar bapak dua anak ini seraya memperkirakan cuaca buruk tersebut reda dalam beberapa hari ini. “Insya Allah minggu depan sudah mulai reda,” tambahnya.

Berbeda dengan Suparman, pria lajang ini mencari pekerjaan serabutan akibat tak melaut. Maklum Suparman hanyalah anak buah kapal (ABK). “Ngojek untuk kebutuhan sehari hari,” akunya sambil berharap cuaca segera normal.

Sebelumnya Stasiun Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) BIZAM telah merilis bahaya cuaca buruk untuk beberapa hari ke depan. Disebutkan angin bertiup hingga 45 km pernjam. Sementara tinggi gelombang 2,5 – 4 meter diperairan Utara Sumbawa, dan lebih tinggi lagi mencapai 4 – 6 meter diperairan Selatan.

Cuaca buruk tersebut akibat adanya tekanan rendah didaratan Australia dan di Perairan Pasifik. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses