Harga Gabah Anjlok Pasca Banjir, Bulog dan Pemda Diminta Tidak Hanya Berteori

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bencana Banjir yang melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum lama ini berdampak negatif terhadap harga gabah petani.

Harga gabah dikabarkan turun drastis di tingkat petani yang mencapai Rp. 4.200 dari harga sebelumnya diatas Rp.5000/per kilogram.

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat meminta Bulog dan Pemda serius dalam menyikapi kondisi itu.

“Petani sudah memberikan harapan besar terhadap pemerintah melalui dinas terkait untuk menjaga kestabilan harga gabah di daerah ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II beberapa waktu lalu,” ujar
Ketua Komisi II Aherudin Sidik.

Aher menyebut, pihaknya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum(RDPU) dengan dinas terkait dan pihak Bulog dan semua pihak sudah sepakat untuk menjaga kestabilan harga gabah pada panen pertama tahun ini.

“Dengan adanya informasi ini kami meminta Bulog dan Pemda melalui dinas terkait untuk serius dalam mengatasi persoalan ini jangan hanyak mampu berwacana saja,” cetus Aher.

Ia menegaskan, dalam kondisi seperti ini pihak terkait tidak perlu banyak berbicara teori, namun harus segera action agar persoalan harga gabah ini tidak berlarut dan petani tidak rugi seperti tahun lalu.

“Artinya kita harus menunjukan kepada rakyat bahwa pemerintah itu betul-betul bekerja dan berbuat untuk rakyatnya, bukan hanya berwacana dan memberi janji yang tak pasti,” tandasnya.

Komisi II sendiri dalam waktu dekat juga akan turun lapangan untuk memantau langsung harga gabah.(Ken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses